Polisi tetapkan 2 tersangka insiden speedboat tabrakan di Nunukan

Polisi tetapkan 2 tersangka insiden speedboat tabrakan di Nunukan
PERISTIWA | 5 Juli 2018 22:46 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Kepolisian menetapkan 2 tersangka insiden tabrakan 2 speedboat di perbatasan perairan Sebatik dengan Malaysia, yang telah menewaskan 8 orang penumpang. Sementara di sisi lain, operasi SAR pencarian 2 korban hilamg resmi ditutup sore tadi, usai pencarian selama 7 hari.

Keterangan diperoleh, 2 orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Nacong Ahmad (38) sebagai pemilik speedboat, serta anak buah Nacong, Bakareng (42). Nacong awalnya meminta motoris speedboat nahas, Kamarul alias Olong, untuk mengangkut TKI yang pulang melalui jalur tak resmi.

Bakareng sendiri, berperan membantu Kamarul untuk mendapatkan penumpang dari Tawau, Sabah, Malaysia. Nahasnya lagi, speedboat yang digunakan tanpa dilengkapi penerangan apapun.

Keduanya, dijerat dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian serta Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Sedangkan untuk motoris Kamarul, sejauh ini belum diketahui keberadaannya.

"Benar, ada 2 tersangka dan kita lakukan penahanan," kata Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi, dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (5/7) malam.

"Sedangkan untuk motoris, karena belum ditemukan sampai sekarang, jadi belum ada kita tetapkan apapun karena ya itu tadi, belum ditemukan," ujar Jepri.

Sementara itu, operasi SAR gabungan resmi berakhir dan ditutup sekira pukul 17.30 WITA sore tadi. Sepanjang pencarian di hari ketujuh ini, tim SAR tidak menemukan korban tambahan.

Dimana, total korban keseluruhan tetap 24 orang dengan rincian 8 meninggal dunia, 14 selamat dan 2 orang lainnya hilang. "Dari LO (Liaison) Polri di Tawau menerangkan bahwa dari pihak Malaysia komitmen membantu pencarian dalam setiap giat patroli mereka," kata Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kaltim-Kaltara Octavianto.

Diketahui, insiden 2 speedboat bertabrakan dilaporkan terjadi di wilayah Sungai Nyamuk, Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (29/6) malam sekitar pukul 19.00 Wita. Speedboat dikabarkan sebagian besar membawa tenaga kerja Indonesia (TKI), berlayar dari Tawau, Malaysia, menuju Sebatik di Nunukan. (mdk/gil)


Sempat tak dikenali, 2 korban tabrakan speedboat di Nunukan teridentifikasi
Jenazah Viani, TKI korban tabrakan speedboat di Nunukan dikirim ke Flores
2 Korban tabrakan speedboat di Nunukan ditemukan lagi, wajahnya sulit dikenali
Speedboat yang bawa TKI Malaysia tabrakan di Sebatik, 5 penumpang tewas
Speedboat tabrakan di perairan Sebatik, 13 selamat, 5 tewas dan 1 hilang
Tim SAR temukan barang milik korban tabrakan speedboat di laut Sebatik
Korban tabrakan 2 speedboat di perairan Sebatik bertambah jadi 6 orang

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami