Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Kebakaran Hutan di Pegunungan Ijen

PERISTIWA | 12 November 2019 04:34 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Polisi menetapkan dua tersangka atas kebakaran hutan dan lahan di Pegunungan Ijen. Dua pelaku yakni Muhammad Zaman alias H Tutik (59) dan Mudenan alis Pak Mur (74).

Waka Polres Bondowoso, Kompol David Subagio mengatakan pelaku Mur membakar hutan lindung di Petak 87 RPH Blawan BKPH Sukosari KPH Bondowoso pada 7 Oktober sekitar pukul 09.00 WIB dan 21 Oktober pukul 10.00 WIB.

"Tersangka sengaja membakar hutan lindung untuk membuka lahan yang akan digunakan untuk membuka menanam pohon kopi," ujar David Subagio, dalam jumpa pers yang digelar di Mapolres Bondowoso pada Senin (11/11) siang.

Kedua tersangka tergiur akan keuntungan komoditas kopi yang saat ini sedang tren di Jawa Timur. Karena itu, mereka mencoba menanam kopi di wilayah hutan lindung melalui pembakaran. Kedua warga Bondowoso ini punya peran yang berbeda.

1 dari 2 halaman

Peran Dua Tersangka

Tutik yang merupakan warga Desa Kalisat, Ijen, Bondowoso, berperan sebagai otak atau pencetus ide atas pembakaran hutan tersebut. Sementara Mur, Warga Desa Kalianyar, Bondowoso bertugas sebagai eksekutor.

Sebagai otak pembakaran, Tutik sudah beberapa kali membakar hutan untuk pembukaan lahan. "Sesuai dengan pengecekan kita di lokasi TKP, pelaku sudah menguasai sekitar 64 hektare," papar David.

Akibat ulah kedua tersangka, total ada 970 hektare lahan milik BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) ikut terbakar. Lahan tersebut terdiri dari TWA (Taman Wisata Alam) Ijen dan Cagar Alam Merapi Ungup-ungup yang terbakar. Jumlah ini belum termasuk lahan Perhutani.

2 dari 2 halaman

Diperkirakan 1/3 Hutan Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Pegunungan Ijen semula terjadi pada Hari Sabtu 19 Oktober 2019 lalu. Saat itu, kebakaran merambat ke Petak 86-1, 86-2, 87-1, 101.1 dan 101.3, RPH Blawan BKPH Sukosari KPH Bondowoso. Total, diperkirakan sepertiga hutan BKSDA di kawasan Ijen habis terbakar.

Dari penyelidikan polisi, terdeteksi pihak yang diduga menjadi pelaku pembakaran. Pada Hari Kamis Tanggal 7 November 2019 sekitar Pukul 17.00 WIB kedua tersangka diamankan oleh polisi di rumahnya masing-masing. Kemudian dilakukan penahanan sejak 8 November kemarin.

Atas perbuatannya itu, kedua tersangka dikenakan Pasal 50 ayat (3) huruf d, JO pasal 78 ayat (4) UU No 41 Tahun 1999 tentang kehutanan, JO Pasal 69 ayat (1) huruf H Pasal 98 ayat (1) UU No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara, dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari kebakaran hutan di Kawasan Ijen. Diantaranya, korek api, pencakar besi, batang bambu, dan serpihan kayu yang terbakar.

Kawasan pegunungan Ijen, selain menjadi lokasi wisata, juga menjadi kawasan hutan lindung. Kawasan itu terbentang merintangi tiga kabupaten, yakni Bondowoso, Banyuwangi dan sedikit di Jember. Akibat kebakaran di kawasan Ijen, otoritas BPBD di tiga kabupaten, bahu membahu memadamkan api, dengan dibantu oleh elemen lain seperti TNI-Polri, dan masyarakat. (mdk/ray)

Baca juga:
Kebakaran di Gunung Ciremai Berhasil Dipadamkan
Kebakaran Gunung Ciremai Meluas
Api Bakar Gunung Ceremai Semakin Meluas
Kebakaran Lereng Gunung Wilis Merembet Hingga Wilayah Ponorogo
Gunung Guntur Masih Terbakar, Pendakian Ditutup Sementara

TOPIK TERKAIT