Polisi Ultimatum Para Pelaku Pengeroyokan di Solo untuk Menyerahkan Diri

Polisi Ultimatum Para Pelaku Pengeroyokan di Solo untuk Menyerahkan Diri
PERISTIWA | 10 Agustus 2020 19:29 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Polresta Surakarta memberikan batas waktu 2x24 jam kepada para pelaku pengeroyokan dan perusakan acara midodareni di Solo. Jika dalam waktu tersebut mereka tidak menyerahkan diri, polisi akan menangkap mereka dengan caranya sendiri.

"Pokoknya kalau menyerahkan diri baik-baik, kita akan baik-baik. Tetapi kalau batas waktu 2x24 jam tidak ada, ya kita akan buru," ujar Kapolresta Surakarta Kombespol Andy Rifai, di Mapolresta, Senin (10/8).

Kapolresta belum bisa memastikan berapa jumlah pelaku lain yang saat ini masih diburu. Namun ia memastikan penyelidikan kasus intoleran tersebut masih akan terus berkembang. Terkait motif para pelaku, Andy mengaku masih terus melakukan penyelidikan.

"Kita sudah mengantongi nama-nama yang diduga melakukan tindakan tersebut. Nama-nama sudah kita identifikasi, untuk itu kita kasih kesempatan untuk segera menyerahkan diri, secepatnya. Atau kita tangkap dengan cara kita," ucapnya lagi.

Andy menambahkan, polisi juga akan memeriksa para korban setelah sembuh atau pulang dari perawatan di rumah sakit. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami