Polisi Ungkap Motif Pria di Medan yang Injak dan Tempelkan Kemaluan ke Alquran

Polisi Ungkap Motif Pria di Medan yang Injak dan Tempelkan Kemaluan ke Alquran
Ilustrasi borgol. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki
NEWS | 3 Desember 2021 06:42 Reporter : Uga Andriansyah

Merdeka.com - Pria di Medan berinisial RS (28) telah diciduk polisi lantaran perbuatannya menginjak sekaligus menempelkan kemaluannya ke Alquran. Aksi itu direkam RS dan viral di media sosial.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Muhammad Firdaus, mengatakan tindakan yang dilakukan RS untuk menarik perhatian pacarnya.

"Meyakinkan pacarnya bahwa tersangka benar-benar mencintainya," katanya kepada wartawan, Kamis (2/12) malam.

Atas ulahnya, RS telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 28 Undang-Undang ITE dan Pasal 156 KUHP ancaman pidana 6 tahun penjara.

Sebelumnya, dua video yang direkam oleh tersangka sendiri viral di media sosial. Dalam video pertama tersangka terlihat membuka celana dalamnya sambil mengeluarkan alat kelamin dan langsung menempelkannya ke Alquran. Lalu, tersangka mengucapkan kalimat untuk menyakinkan pacarnya.

"Ya Allah, aku bersumpah di atas Alquran ini. Alat kelamin aku busuk. Jika aku menikah dengan orang lain, kecuali dengan Erma Suriani. Aku berjanji akan menikah dengan Erma Suriani sehidup semati, sampai maut yang memisahkan kami," kata RS dalam video.

Selanjutnya, tersangka juga membuat video lainnya dengan menginjak Alquran dengan kondisi hanya menggunakan celana dalam. Lalu, dirinya mengeluarkan kalimat kasar. (mdk/bal)

Baca juga:
Bebas Penjara, WN Denmark Terpidana Kasus Penodaan Agama Segera Dideportasi
M Kece Sakit, Sidang Perdana Kasus Penistaan Agama Batal Digelar
Kuasa Hukum M Kece Keberatan Sidang Dilaksanakan di Ciamis
M Kece Jalani Penahanan di Polres Ciamis, Dipisahkan dari Tahanan Lain
MUI: Menghina, Melecehkan Agama Hukumnya Haram

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami