Politikus Demokrat Kritik Isu Masa Jabatan Presiden 3 Periode

PERISTIWA | 12 November 2019 23:31 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Muncul rumor soal masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden 3 Periode di tengah wacana MPR akan mengamandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Didik Mukrianto menegaskan, wacana tersebut keliru dan inkonstitusional.

"Dalam negara hukum tidak seorang pun ditoleransi untuk abai dan tidak patuh terhadap amanah Konstitusi dan UU, termasuk Presiden sekalipun. Untuk itu wacana perubahan periode jabatan Presiden menjadi 3 kali karena harus menyesuaikan dengan program presiden adalah pandangan yang sangat keliru dan bisa dianggap inkonstitusional," kata Didik melalui keterangan tertulisnya, Selasa (12/11).

Menurutnya, dalam mengemban amanah rakyat, presiden harus berpedoman dan memegang teguh konstitusi agar tidak salah arah, bukan sebaliknya konstitusi yang harus menyesuaikan kehendak negara.

"Sesuai konstitusi presiden menjabat selama 5 tahun dan boleh dipilih kembali untuk ke dua kalinya. Dalam logika ini mestinya sejak awal presiden sadar harus membuat program prioritas selama 5 tahun juga. Jangan sebaliknya, karena program prioritasnya tidak selesai dalam 5 tahun, konstitusi harus diamandemen disesuaikan dengan kehendak presiden. Jelas, ini cacat nalar dan logika dalam perspektif negara hukum," terang Ketua Umum Karang Taruna ini.

1 dari 1 halaman

Ajak Publik Kawal Presiden Tunaikan Amanah

Ketua DPP Partai Demokrat ini mengajak rakyat Indonesia untuk mengawal dan mendukung setiap langkah presiden dalam menunaikan amanah rakyat dengan tetap memegang teguh konstitusi.

"Tidak perlu berwacana yang tidak logis, konstitusi sudah mengatur, mari kita dukung presiden untuk menjalankan amanahnya secara konstitusional. Jangan mendorong wacana yang tidak sesuai dengan harapan rakyat dan bertentangan dengan konstitusi," tandas Didik.

Sebelumnya, pengamat intelijen Suhendra Hadikuntono mengusulkan agar MPR mengamandemen Pasal 7 UUD 1945 supaya presiden dan wakil presiden bisa menjabat tiga periode. (mdk/ray)

Baca juga:
PAN Setuju Amandemen Terbatas UUD 1945, Golkar, Demokrat & PAN Belum Bersikap
Wacana Presiden Kembali Dipilih MPR, Mungkinkah Terwujud?
Try Sutrisno Nilai Pemilihan Langsung Tak Ideal Diterapkan di Indonesia
Try Sutrisno Usulkan UUD 1945 Kembali ke Naskah Asli
Bertemu MPR, Wapres JK Berharap di Indonesia Ada Lembaga Negara Tertinggi