Politikus Golkar Nilai Demo saat Pelantikan Presiden Rentan Disusupi

PERISTIWA | 18 Oktober 2019 20:52 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Christina Aryani mengajak masyarakat untuk ikut menyukseskan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wapres akan berlangsung pada Minggu (20/10) pukul 14.30 WIB.

"Saya mengimbau, sebagai bangsa besar marilah bersama-sama kita sambut pengambilan sumpah Presiden dan Wakil Presiden besok dengan khidmat," kata Christina kepada wartawan, Jumat (18/10).

Menurut dia, Pemilu 2019 yang telah berlangsung dengan baik menjadi ruang konstitusional seluruh masyarakat. Untuk itu, pengambilan sumpah jabatan merupakan puncak dari proses pemilu. Sehingga harus juga dipastikan berlangsung lancar, aman dan damai.

"Mari kita sambut bersama pelantikan Jokowi-Ma'ruf dengan suka cita," terangnya.

Dia menilai jika ada demonstrasi saat pelantikan, justru akan rentan disusupi kepentingan pihak lain. Apalagi, polisi tidak memberikan lampu hijau atas pelaksanaan demonstrasi selama pelantikan.

"Sepengetahuan saya, aksi unjuk rasa tidak akan mendapatkan izin. Ini diskresi kepolisian yang menurut saya tepat diambil semata-mata untuk mencegah penyusupan dalam demo yang kita paham betul sangat mungkin terjadi," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani menjelaskan perihal pengaman ekstra tebal di area ring 1 dan 2 gedung DPR, MPR, dan DPD pada saat acara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, 20 Oktober mendatang. Menurut Puan, pengamanan merupakan dari tanggung jawab negara untuk memastikan jalannya acara pelantikan secara aman dan tertib.

Sehingga bukan hanya terkait dengan kemungkinan-kemungkinan ancaman yang mungkin saja terjadi. Memang, kata Puan, antisipasi ancaman ini menjadi tanggung jawab utama institusi intelijen. Namun, Puan enggan membeberkan secara pasti apakah memang ada ancaman tertentu yang didapat pihak intelijen terkait acara pelantikan nanti.

Menurut Puan, antisipasi pengamanan memang harus dilakukan dengan ekstra ketat. Hal itu juga akan memberikan pandangan positif terhadap dunia internasional bahwa Indonesia negara aman.

Menurut Puan, jika memang pihak intelijen mendapat info tentang adanya kemungkinan ancaman pada saat acara pelantikan, maka wajib dilakukan deteksi dini terhadap kemungkinan tersebut.

"Intelijen itu tugasnya kan untuk mendeteksi, bahwa di lapangan yang namanya intelijen itu ya rahasia, senyap tidak boleh terdeteksi walau ada deteksi ya itu untuk menjadi warning bagi semua pihak terkait untuk bisa melakukan antisipasi atau mitigasi," tutupnya.

Baca juga:
Sebelum Hadiri Pelantikan, Wapres China Kunjungi Kampung Halaman Jokowi
Jelang Pelantikan Presiden, TNI-Polri Disiagakan di Stasiun-Gerbang Tol Tangerang
Gladi Kotor Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden
Tentang Seorang Jusuf Kalla di Mata Joko Widodo
Gladi Bersih Pelantikan Presiden Diwarnai Aksi Semedi Paranormal di Gedung MPR

(mdk/ray)