Politikus NasDem Sebut Pertanian Jadi Penyelamat Indonesia dari Ancaman Resesi

Politikus NasDem Sebut Pertanian Jadi Penyelamat Indonesia dari Ancaman Resesi
PERISTIWA | 8 Agustus 2020 21:58 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Charles Meikyansah mengatakan ancaman resesi tengah menghantui perekonomian global. Negara-negara maju (Advanced Industiral Country) sedang mengalami situasi yang sulit tak terkecuali negara-negara emerging market seperti Indonesia. Kabar baik akhir tahun 2019 tiba-tiba lenyap akibat pandemi COVID-19.

Menurut dia, daya rusak pandemi terhadap ekonomi tidak hanya memukul sisi supply side tetapi demand side. Ekonomi macet di kedua sisi. Maka jalan keluar harus benar-benar luar biasa (extra ordinary) pasar utama berhenti mengonsumsi pun dengan negara-negara produsen berhenti berproduksi.

"Banyak ekonom bersepakat bahwa mengatasi situasi yang sedemikian sulit ini harus menyelesaikan keduanya baik sisi permintaan dan penawaran. Dan hanya negara yang mampu dengan cara memperbesar belanja pemerintah," katanya dalam keterangannya, Sabtu (8/8).

Dia mengatakan, DPR mendukung penuh perluasan belanja negara dengan secara besar-besaran dan dengan cepat. Karena hanya dengan belanja negara, ekonomi setidaknya tetap bergerak.

"Ada semacam mantera bad times makes good policy. Memang biasanya demikian, tapi melihat laporan BPS pada triwulan II (Q-Q) rasa-rasanya semangat untuk memperbesar belanja negara mentok pada implementasi. Bad times and Bad Implementation. Sebuah kombinasi yang mengecewakan," jelas Anggota DPR Komisi IV ini.

Padahal pesan yang tegas dan jelas bahwa belanja pemerintah adalah kunci sudah diwujudkan kerja marathon refocusing anggaran dan keinginan besar presiden untuk belanja, belanja dan belanja sangat nyaring di media.

Sayangnya, kata dia, disituasi yang serba sulit, beberapa kementerian bekerja seperti biasa. Lama, berbelit, dan takut berbuat. Hasilnya, capaian belanja pemerintah tak banyak berubah bahkan minus sangat dalam dengan beberapa sektor menyentuh pertumbuhan negatif dua digit.

Untungnya, lanjut dia, sektor pertanian menjadi penyelamat dengan mampu mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 16,24%. Apresiasi harus ditujukan pada Kementerian Pertanian sebagai lokomotif daya dorong ekonomi di tengah pandemi.

Apabila sektor lain bekerja layaknya sektor pertanian maka resesi dapat terhindarkan di kuartal ke III. Dan perbaikan ini yang harus kita dorong agar Indonesia tidak masuk dalam resesi.

"Melihat struktur PDB kita yang 65 persen dipengaruhi oleh lima sektor yang besar yaitu industri, pertanian, perdagangan, konstruksi dan pertambangan maka kementerian terkait harus menjadi lokomotif yang kencang untuk membelanjakan anggaran agar menjadi daya ungkit ekonomi. Jangan sampai seperti kuartal ke II dimana dari lima sektor utama hanya pertanian yang mencatatkan pertumbuhan positif. Butuh kerja keras semua pihak menyelamatkan Indonesia agar keluar dari ancaman resesi di kuartal ke III," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Dikatakannya dua capaian utama sektor...

Halaman

(mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami