Politisi Golkar Melchias Markus Mekeng Kembali Mangkir dari Panggilan KPK

PERISTIWA | 8 Oktober 2019 16:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Politisi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng kembali tak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus suap untuk mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Sejatinya hari ini Mekeng diperiksa untuk tersangka pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Samin Tan.

"Tadi kami menerima surat dari pihak kuasa hukum dengan lampiran surat kuasa tertanggal 7 Oktober 2019. Alasan tidak hadir karena kondisi kurang sehat," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (8/10).

Mekeng yang sudah dicegah ke luar negeri dalam kasus ini tercatat beberapa tak memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi. Mekeng tercatat mangkir pada 11, 16, dan 19 September 2019, serta hari ini.

"KPK akan membahas tindak lanjut setelah saksi tidak hadir dalam beberapa kali agenda pemeriksaan di KPK. Di surat kali ini juga tidak ada lampiran keterangan dari dokter," kata Febri.

Sebelumnya KPK menetapkan pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BLEM), Samin Tan sebagai tersangka dalam kasus ini. Samin Tan diduga menyuap Eni Maulani Saragih.

Samin Tan diduga memberikan suap Rp5 miliar kepada Eni. Uang tersebut diberikan terkait Pengurusan Terminasi Kontrak Perjanjian Karya Pengusaha Pertambangan Batubata (PKP2B) PT AKT di Kementerian ESDM.

Terkait kasus ini, Samin Tan disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Kerap Mangkir Pemeriksaan, Melchias Mekeng Diminta Penuhi Panggilan KPK Besok
Mantan Dirut PLN Sofyan Basir Dituntut 5 Tahun Penjara
Sofyan Tetap Dituntut Penjara Meski Tak Nikmati Hasil Suap
VIDEO: Eks Direktur PT PLN Sofyan Basir Dituntut 5 Tahun Penjara
Sofyan Basir Dituntut 5 Tahun Penjara dan Denda Rp200 Juta
Berkas Tuntutan Sofyan Basir Setebal 647 Halaman, Jaksa Tak Bacakan Semua

(mdk/eko)