Politisi NasDem: Mencegah Stunting Sejak Kandungan Bukan Setelah Tak Minum ASI

PERISTIWA | 23 Maret 2019 12:39 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Politisi Partai NasDem Wanda Hamidah menilai Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno kurang memahami tentang penanggulangan persoalan stunting. Masalah stunting menjadi salah satu isu menarik setelah turut dibahas dalam debat cawapres Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3) pekan lalu.

"Pemahaman Pak Sandiaga tentang stunting perlu diluruskan, karena upaya pencegahan stunting itu sejak dalam kandungan, bukan setelah tidak minum air susu ibu," kata Wanda Hamidah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/3).

Caleg DPR Partai NasDem Dapil Jakarta Timur ini menjelaskan, stunting adalah kondisi anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan anak lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Mantan anggota DPRD DKI Jakarta ini melihat persoalan stunting harus segera ditangani dengan segera dan tepat.

"Kondisi ini disebabkan oleh tidak tercukupinya asupan gizi anak, bahkan sejak ia masih di dalam kandungan," ujarnya.

Wanda mengatakan, stunting harus dicegah sejak masih di kandungan, bukan setelah disapih dari ibunya. Karena itu, salah satu program yang ditawarkan Sandiaga adalah Indonesia Emas untuk memastikan ibu-ibu dan anaknya mendapat protein cukup, seperti susu, ikan dan lainnya dengan sedekah susu merupakan pernyataan gagal paham.

"Sebagai seorang politisi dan juga ibu yang memiliki anak, pemahaman ini perlu saya luruskan sehingga tidak salah ketika merumuskan dan merancang kebijakan. Pak Sandi gagal paham soal stunting," tandasnya.

Sebelumnya, Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, masalah stunting di Indonesia sudah memasuki tahap yang gawat darurat. Pasalnya 1/3 anak-anak di Indonesia mengalami kekurangan asupan gizi.

Untuk itu, Sandiaga menjelaskan, akan menggunakan program Indonesia Emas untuk mengurangi angka stunting di Indonesia. Gerakan ini bertujuan untuk memastikan ibu ibu dan emak emak mendapatkan protein yang cukup, begitu juga dengan anak mereka.

"Program tersebut bisa mengurangi stunting lima tahun ke depan," katanya di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan, dalam program Indonesia Emas terdapat gerakan sedekah putih. Gerakan ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama sama mencegah stunting. Dimana bantuan tersebut diberikan sejak perempuan mengandung hingga melahirkan.

"Siapa ingin menyumbangkan susu tablet kacang hijau silakan ini bagian dari partisipasi kolaboratif. Harus melibatkan pihak lain yaitu dunia usaha," jelasnya.

Dia menjelaskan, gerakan ini juga bertujuan membantu ibu ibu yang kesulitan air susu (ASI) usai persalinan. Harapannya asupan protein dan gizi bagi ibu dan anak dapat tercukupi dengan adanya program Indonesia Emas.

Walaupun begitu, Sandiaga mengingatkan, masalah stunting lebih besar dibandingkan perhelatan Pilpres 2019. Jangan sampai 1/3 generasi emas Indonesia hilang karena tidak mendapatkan protein dan gizi.

"Ini bukan tentang Prabowo Sandi, bukan Pilpres. Ini lebih besar dari Pilpres. Generasi emas kita hilang kalau 1/3 tidak mendapatkan protein tidak mendapatkan susu. Mari kita jangan saling menyalahkan satu sama lain. Bagaimana menyelesaikan masalah ini bersama sama," tegasnya.

Sementara itu, calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf AMin mengungkapkan, untuk mencegah stunting perlu adanya pelatihan bagi mereka yang baru saja menikah. Pasalnya stunting tidak hanya terjadi lantaran kekurangan gizi, tetapi juga kondisi lingkungan.

"Sejak dia mulai hamil sampai disusui anaknya diberikan asupan yang cukup, sanitasi dan air bersih, dan susu ibu selama dua tahun," katanya.

Ketua MUI ini mengungkapkan, pemerintah telah berupaya menurunkan angka stunting di Indonesia. Selama 4 tahun pemerintahan Jokowi, stunting berhasil ditekan sebanyak 7 persen.

"Ke depan akan kita bisa menurunkan sampai 10 persen," tutupnya.

Baca juga:
DPRD DKI Didesak Segera Bentuk Pansus Jual Beli Jabatan
Politikus NasDem Sebut Kasus Romi Tak Terkait Pilpres, Jokowi Serius Berantas Korupsi
Bertemu Ma'ruf Amin, Wanda Hamidah Bahas Pendidikan Pesantren dan Budaya
NasDem Minta RUU Permusikan Direvisi untuk Lindungi Seni dan Budaya
Program 'Daycare' Dinilai Bentuk Perhatian Jokowi Untuk Kaum Perempuan
Politikus NasDem: Jokowi Serius Berantas Paham Radikal di Indonesia
Politikus NasDem Yakin Kasus Romahurmuziy Tak Surutkan Elektabilitas Jokowi

(mdk/gil)