Pollycarpus bebas bersyarat, PKS sindir janji Jokowi soal HAM

Pollycarpus bebas bersyarat, PKS sindir janji Jokowi soal HAM
PERISTIWA | 1 Desember 2014 09:39 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Politikus PKS Aboe Bakar Al-habsy angkat bicara soal pembebasan bersyarat terpidana pembunuh aktivis HAM Munir, Pollycarpus. Menurut dia wajar jika keluarga Munir dan para aktivis HAM kecewa dengan Presiden Jokowi.

"Bila saat ini para aktivis HAM dan istri alm Munir merasa kecewa, saya kira wajar. Dulu mereka kan punya ekspektasi tinggi terhadap janji kampanye Jokowi," kata Aboe Bakar dalam pesan singkat, Senin (1/12).

Aboe juga melihat tak hanya pegiat HAM yang kecewa dengan Jokowi. Tukang ojek sampai petani pun diyakini kecewa dengan Jokowi karena sudah menaikkan harga BBM subsidi.

"Kekecewaan serupa pasti dirasakan tukang ojek yang dulu berharap harga premium tak naik, ataupun para petani yang berharap tak ada impor sapi dari luar negeri. Saya rasa cukup tepat bila saat ini para aktifis HAM tersebut mengingatkan presiden dengan janji-janji kampanyenya," terang dia.

Anggota Komisi III DPR ini juga mengkritisi soal janji-janji Jokowi saat kampanye yang sudah dilanggar saat sebulan jadi presiden. Misalnya, kabinet ramping dan koalisi tanpa syarat yang digembar-gemborkan Jokowi dulu.

"Sebut saja soal janji kabinet ramping, janji kabinet profesional, janji tanpa politik transaksional dan lain sebagainya," cetus dia.

Aboe tak mau bicara soal kenapa Pollycarpus bisa dibebaskan, padahal terbukti membunuh Munir. Dia meminta agar hal itu ditanya ke Jokowi.

"Mengenai penuntasan HAM dan termasuk didalamnya persoalan pembunuhan Munir itu kan janji Kampanye Jokowi, silakan tanya ke beliau saja, jangan tanya ke saya," pungkasnya. (mdk/did)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami