Polres OKI Buru Penyebar Hoaks Penemuan Harta Karun

PERISTIWA | 8 Oktober 2019 17:39 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Polres Ogan Komering Ilir (OKI) memburu penyebar berita bohong terkait penemuan harta karun di Kecamatan Tulung Selapan dan Cengal. Polisi menyebut fenomena yang menghebohkan itu adalah hoaks.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengungkapkan, identitas penyebar hoaks diketahui bernama Roni. Dia sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang dikeluarkan Polres OKI.

"Roni itu penyebar hoaks itu, dia lagi diburu polisi," ungkap Supriadi, Selasa (8/10).

Dia mengatakan, dari informasi yang diterimanya, Roni bukan warga dari dua kecamatan itu. Dia sengaja memprovokasi warga dengan menyebar foto-foto benda yang disebut-sebut harta karun ditemukan di lahan gambut bekas terbakar di Kecamatan Tulung Selapan dan Cengal.

Kabar itu menyebar dengan cepat sehingga warga yang percaya berbondong-bondong datang ke lokasi dan melakukan perburuan.

"Roni sebar foto-foto seperti emas atau barang-barang lain melalui media sosial, tindakannya membuat warga heboh dan gaduh. Dia sudah menyebar berita bohong," kata dia.

Oleh karena itu, pihak mengimbau warga tidak mudah terpengaruh dengan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Siapapun yang turut menyebar informasi bohong dapat disanksi sesuai perundang-undangan.

"Dicari tahu dulu jika mendengar informasi seperti itu, atau bisa juga lapor ke pemerintah atau kantor polisi terdekat. Ini untuk menghindari terjadinya kegaduhan di masyarakat," katanya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Polisi Sebut Penemuan Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di OKI Hoaks
Gubernur Sumsel Minta Warga Tidak Jual Harta Karun ke Luar Negeri
Warga OKI Terus Buru Harta Karun, Alur Sejarah Sriwijaya Terancam Putus
Temukan Harta Karun di Sawah, Pasangan ini Mendadak Jadi Miliarder
Dikira Harta Karun Emas, Replika Perahu dan Bangau di Karawang Ternyata Imitasi
4 Tempat ini dipercaya ada harta karunnya, salah satunya di Indonesia

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.