Polres Timor Tengah Selatan Tahan Dua Tersangka Korupsi Landscape Kantor Bupati

Polres Timor Tengah Selatan Tahan Dua Tersangka Korupsi Landscape Kantor Bupati
PERISTIWA | 30 Oktober 2020 00:29 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Penyidik unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Polres Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, menahan dua orang tersangka kasus korupsi sejak Rabu (28/10) kemarin.

Dua tersangka tersebut adalah EYA, selaku konsultan pengawas dan HF, selaku Kasubag Tata Usaha dan Keuangan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Keduanya ditahan terkait dugaan tindak pidana korupsi, dalam pekerjaan konstruksi jalan dan landscape kantor bupati Timor Tengah Selatan TA 2014 dengan nilai kontrak Rp3.484.679.000, yang menyebabkan kerugian negara Rp548.931.408 sesuai hasil audit investigasi BPKP Nusa Tenggara Timur.

Kasat Reskrim Polres Timor Tengah Selatan, Iptu Hendrick Bahtera, menjelaskan setelah dilakukan pemeriksaan kedua tersangka langsung ditahan. "Telah dilakukan pemeriksaan terhadap dua orang yang diduga telah terlibat dalam kasus korupsi ini," katanya, Kamis (29/10).

Menurut Hendrick, tersangka EYA selaku konsultan pengawas dan HF selaku Kasubag Tata Usaha dan Keuangan, dijerat pasal 2 Ayat (1), pasal 3 dan pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999, yang dirubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) KUH Pidana, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara

"Penyidik Sat Reskrim polres TTS telah melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang tersangka. Saat ini kedua orang tersangka telah diamankan di ruang tahanan Polres Timor Tengah Selatan," ujarnya.

Sebelumnya, berkas perkara kasus dugaan korupsi landscape kantor bupati Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur tahun 2014 dinyatakan lengkap, atau P21 oleh pihak Kejaksaan Negeri SoE. Kasus landscape Kantor Bupati Timor Tengah Selatan TA 2014 ini ditangani penyidik unit Tipikor Sat Reskrim Polres Timor Tengah Selatan, sejak beberapa waktu lalu.

Berkas perkara yang sudah P21adalah Berkas Perkara tersangka Ming Fallo dan Erik Ataupah. Tersangka Erik Ataupah merupakan konsultan pengawas yang berperan membuat laporan fiktif perkembangan proyek hingga 80 persen, sehingga terjadi kelebihan pembayaran pada kontraktor. Sementara Ming Fallo merupakan mantan Kepala Tata Usaha bagian umum pada sekretariat daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Pembangunan landscape kantor bupati Timor Tengah Selatan pada tahun 2014, yang menelan anggaran Rp3,4 Miliar dan dikerjakan oleh CV Marga Madu Indah (MMI) Surabaya terindikasi beraroma korupsi.

Indikasi korupsi muncul dari pembayaran pekerjaan yang melebihi volume kerja. Tersangka Edy Oematan selaku PPK dan Djuarin selaku Kontraktor CV MMI Surabaya pun diuntungkan. Akibat praktik tersebut, berdasarkan perhitungan BPKP kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp548.931.408

Proyek senilai Rp3,4 milyar ini dimenangkan PT Marga Madu Indah Surabaya. Dalam pelaksanaan progres fisik pekerjaan baru mencapai 60 persen namun konsultan pengawas melaporkan pekerjaan sudah mencapai 81,23 persen dan dana sudah dicairkan sehingga negara dirugikan Rp548.931.408. (mdk/lia)

Baca juga:
Perpres Supervisi Diharapkan KPK Menguatkan Koordinasi Pemberantasan Korupsi
Nawawi Soal Perpres Supervisi KPK: Tidak Ada Alasan APH Lain Tak Bekerjasama
Ketua KPK Peringati Sumpah Pemuda: Perlu Satu Bahasa Antikorupsi
Jokowi Teken Perpres Supervisi Pemberantasan Korupsi
Berkas Penyidikan Lengkap, Tersangka Korupsi RTH di Bandung Segera Disidang
Eksepsi Ditolak, Hakim Putuskan Sidang Djoko Tjandra Dilanjutkan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami