Polri: 10 Teroris di Merauke Berbaiat ke ISIS

Polri: 10 Teroris di Merauke Berbaiat ke ISIS
Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 1 Juni 2021 06:14 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, 10 terduga teroris yang ditangkap di Merauke telah melakukan sumpah setia atau baiat ke kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Jadi, 10 orang itu sebagai kelompok Ansharut Daulah yang ada kaitannya dengan ISIS. Mereka juga mengikuti latihan fisik (i'dad) di sana menggunakan senjata," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Senin (31/5).

Kesepuluh terduga teroris ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri di Merauke, Papua pada Jumat (28/5). Adapun 10 terduga teroris yang diamankan yakni AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, WS, YK, AP dan IK, dari 10 orang ada pasangan suami istri yakni AP dan IK (perempuan).

Penangkapan kembali berlanjut pada Minggu (30/5), Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap satu lagi anggota jaringan teroris Ansharut Daulah di Merauke.

Menurut Argo, dilihat dari nama-nama 10 terduga teroris di Merauke tersebut merupakan orang dari Jawa dan dari Sulawesi, yang sudah tinggal lama di Merauke.

Penangkapan terhadap mereka, lanjut Argo, merupakan rentetan dari pada penangkapan terduga teroris yang dilakukan di Sulawesi Selatan.

"Ada beberapa barang bukti yang ditemukan di sana seperti senapan angin, senjata tajam, dan juga ada peralatan panah," jelas Argo seperti dilansir dari Antara.

Selain itu, petugas juga menemukan beberapa cairan dan peralatan serta bahan kimia lainnya. Semua barang bukti tersebut masih dalam pendalaman mencari tahu isi kandungannya.

"Kemudian juga ada dari 10 orang ini tergabung dalam kelompok menggunakan grup WhatsApp atau Telegram yang isinya mengandung unsur radikal," ungkapnya.

Kelompok JAD Merauke ini, kata Argo, merencanakan aksi teror di Gereja Merauke, Polres Merauke dan Satlantas Merauke.

"Sasarannya itu melakukan aksi teror ada di Polres, ada di gereja dan ada di Satlantas Polres," terangnya.

Dengan adanya hal tersebut, kata Argo, penyidik Densus 88 Anti Teror Polri saat ini sedang intensif memeriksa pada terduga.

Kesepuluh orang yang diamankan masuk dalam jaringan Anshor Daulah dan tersangkut dalam kasus bom bunuh diri awal Januari lalu di Makassar. Para terduga teroris itu memang sering ke Makassar dan ada yang terkait kasus bom bunuh diri.

"Tentunya memeriksa itu tidak sekaligus selesai, tentunya masih ada teknis dan taktik dari Densus biar mereka memberikan keterangan yang terus terang, keterangan apa yang mereka alami," tutup Argo. (mdk/fik)

Baca juga:
Respons Polda Sulsel Terkait Wacana Istri Tersangka Terorisme Ajukan Praperadilan
10 Terduga Teroris di Merauke Sudah Rencanakan Aksi Teror ke Gereja dan Polres
Keluarga Berencana Ajukan Praperadilan untuk 2 Terduga Teroris Makassar
Densus 88 Tangkap Teroris Jaringan JAD di Kurik Merauke Papua
Otaki Teror Kepala Anjing, Eks Anggota DPRD Pekanbaru Terancam 7 Tahun Penjara

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami