Polri cari penyebar pertama informasi Bahrun Naim tewas di Suriah

PERISTIWA | 4 Desember 2017 18:20 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Petinggi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), asal Solo, Jawa Tengah, Bahrun Naim, dikabarkan telah tewas di Abu Hamam, Suriah. Kabar tersebut menyebar luas di pesan Whatsapp.

Kabagpenum Divhumas Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul mengatakan bahwa pihaknya sedang mendalami terkait kabar tewasnya Bahrun. Pihaknya juga akan mencari siapa orang yang pertama kali menyebarkan informasi tersebut.

"Ini termasuk sebuah pendalaman kita terhadap medsos. Siapa yang mengawali penyebaran info ini, sehingga kita bisa ketahui dari sumbernya apa," kata Martinus di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (4/12).

Mantan Kabid Humas Polda DKI Jakarta ini pun menegaskan bahwa Polri akan bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk memastikan kebenaran tewasnya Bahrun Naim.

"Yang ada adalah adanya sebuah sebaran di medsos yang kemudian viral dan menyatakan saudara BN telah tewas. Polri akan mendalami, menyelidiki informasi ini dengan bekerja sama dengan Kemenlu, dan beberapa akses-akses Polri lainnya di luar negeri, misal Atase Kepolisian," ujarnya.

Martinus pun mengungkapkan bahwa terakhir kali pihaknya mendapatkan kabar jika Bahrun Naim masih hidup dan masih berada di Suriah. "Kalau kita lihat beberapa kesaksian-kesaksian yang ada menyatakan yang bersangkutan masih di wilayah Suriah," ungkapnya.

Pihaknya juga sudah menetapkan Bahrun Naim masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak lama. Oleh karena itulah pihaknya akan mencari tahu kepastian yang benar akan berita tewasnya pria asal Solo tersebut.

"Ya, Polri sendiri sudah menetapkan yang bersangkutan sebagai DPO ya," tandasnya. (mdk/eko)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.