Polri Klaim Telah Bentuk Tim Bantu KPK Buru Harun Masiku

PERISTIWA | 24 Januari 2020 15:10 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Polri menyebut telah membentuk tim memburu politisi PDIP Harun Masiku. Namun Polri menyatakan belum bisa membeberkan rinci perkembangan pencarian tersangka penyuap anggota Komisioner KPU Wahyu Setiawan, itu.

"Ya kita nyari, gitu loh. Kalau nanti kita apa namanya sampaikan semuanya kalau nanti yang bersangkutan tahu, langsung menghindar gimana? Kita bentuk tim untuk cari," kata Karopenmas Divhumas Polri Birgjen Raden Prabowo Argo Yuwono di Kompolnas, Jakarta Selatan, Jumat (24/1).

Argo mengatakan, perburuan Harun Masiku terus dilakukan Polri bersama tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menegaskan Polri tetap membantu KPK memburu Harun Masiku.

"Kita pokoknya tetap membantu KPK, untuk mencari yang bersangkutan, kita masih bekerja," kata Argo.

1 dari 1 halaman

Penjelasan Ketua KPK Soal Perburuan Harun Masiku

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Firli Bahuri menegaskan pihaknya terus mencari keberadaan politikus PDIP Harun Masiku (HM). "Upaya mencari dan menangkap HM terus dilakukan," ujar Firli kepada Liputan6.com, Rabu (22/1).

Dia mengaku hingga kini masih terus memburu calon legislatif (caleg) PDIP dapil 1 Sumatera Selatan itu. Firli menegaskan, saat dirinya mengetahui keberadaan Harun, maka akan langsung dia tangkap.

"Kalau tahu tentang keberadaan tersangka, pasti saya tangkap. KPK tegas terhadap kasus tersangka. Siapapun yang tahu tempat dan keberadaan tersangka kasih tahu saya, saya tangkap," kata Firli.

Firli menegaskan, belum tertangkapnya Harun Masiku tak menjadi kendala bagi penyidiknya untuk mengembangkan perkara dan menemukan pihak lain yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Penyidikan tetap berjalan. Proses pemanggilan saksi-saksi juga masih berlangsung," kata Firli.

Diketahui, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp600 juta dari permintaan Rp900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp400 juta. (mdk/gil)

Baca juga:
Dugaan Konflik Kepentingan Menkum HAM dengan Harun Masiku, Ini Kata PDIP
Soal Pelaporan Yasonna, KPK Pilih Fokus Cari Harun Masiku
Politikus Demokrat Minta Menkum HAM Klarifikasi soal Harun Masiku
DPR Minta KPK Dalami Dugaan Yasonna Halangi Penyidikan Kasus Harun Masiku
Polisi Belum Temukan Keberadaan Harun Masiku
Menanti Keseriusan Ketua KPK Tangkap Politikus PDIP Harun Masiku
Bohong Soal Harun Masiku, Menkum HAM Yasonna Laoly Dilaporkan ke KPK

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.