Polri: Luthfi Alfiandi Ditetapkan Tersangka Berdasarkan Bukti Komprehensif

PERISTIWA | 29 Januari 2020 14:27 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, terdakwa Dede Luthfi Alfiandi (20) ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan beberapa alat bukti yang ada. Karena Luthfi ditetapkan sebagai tersangka juga bukan hanya dari keterangan saksi saja.

"Luthfi ini ditetapkan sebagai tersangka itu kan berdasarkan bukti yang komprehensif bukan hanya keterangan saksi saja. Tetapi yang paling utama itu begini, dia ini pada saat di TKP menggunakan seragam SMK secara de faktor dia kan sudah tidak lagi pelajar, berarti dari mens rea-nya niatnya itu ke lokasi TKP itu ada apa? Menggunakan pakaian itu," kata Asep di Gedung PTIK/STIK, Jakarta Selatan, Rabu (29/1).

Selain itu, Luthfi ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat bukti digital yakni kamera Closed Circuit Television (CCTV). Dari CCTV itu, ia terlihat sedang melakukan aksi kekerasan.

"Yang kedua bukti digital itu tidak bisa dipungkiri, ada rekaman CCTV yang menunjukkan aktivitas dia si TKP melakukan aksi kekerasan. Jadi penetapan dia sebagai tersangka itu memang didukung dengan berbagai alat bukti, bukan asal," ujarnya.

"Lalu korelasinya kalau sudah ada petunjuk itu, kenapa kemudian polisi harus melakukan tindakan kekerasan? tidak perlu! alasannya penyidik itu tidak perlu pengakuan, keterangan sudah cukup," sambungnya.

1 dari 1 halaman

Luthfi Mengaku Dianiaya saat BAP

Sidang Luthfi pekan lalu menjadi sorotan setelah terdakwa mengaku dianiaya penyidik polisi ketika diminta membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Pengakuan itu diungkapkan Luthfi ketika ditanya majelis hakim terdapat perbedaan BAP terkait tuduhan penyerangan terhadap aparat dilakukan remaja tersebut.

Luthfi mengaku pernyataan di BAP dibuat saat dirinya dalam tekanan penyidik. Dia mengaku dianiaya seperti disetrum hingga dipukuli.

Selain di persidangan, Lutfi juga membeberkan perlakuan yang diterimanya itu ketika diwawancara 'Eksklusif Mata Najwa'.

Dia mengatakan saat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dibuat dirinya sama sekali tidak didampingi kuasa hukum. Saat itu ia mengalami tindak kekerasan.

"Saya merasakan saat di situ, saya sempat dipukuli di badan, dipukuli di muka, terus tiba-tiba ada salah satu anggota jadi saya dihadapi ke tembok, saya disuruh jongkok, kemudian dipukul, mereka mukul muka pakai tangan," pengakuan Lutfi.

Tidak hanya itu, Lutfi juga mengaku lehernya diikat plastik. "Terus mereka langsung ambil plastik di meja lalu ikat saya (di leher), tapi enggak lama terus dibuka lagi," sambung Lutfi.

Selanjutnya Lutfi dibawa ke suatu ruangan dengan mata tertutup kain hitam. Kemudian ia mengaku telinganya dijepit. Namun ia tidak menjelaskan penjepit apa yang dimaksud.

Kemudian ia ditanya, berapa kali melempar batu saat demo berlangsung. Ia menjawab tidak melempar batu. Saat tidak mengaku setrum dirasakan.

"Saya disuruh jongkok, terus saya ditanya lagi 'kamu lempar berapa kali?'. 'saya enggak melempar pak'," jawab Lutfi.

"Terus setruman itu langsung berjalan. Sekitar setengah zaman mereka nyetrum saya," sambungnya.

Pihak polisi terus menanyakan hal yang sama. Dan karena sudah tidak kuat akhirnya dengan terpaksa ia mengaku melempar batu saat demo.

"Setelah itu kepala saya mulai merasa pusing, badan juga sudah lemas karena setruman itu. Kemudian saya bilang, lempar berapa kali? Lempar pak sekali, saya bilang begitu. Masa sekali, enggak mungkin sekali? Saya emang enggak lempar pak. Setruman itu mulai," ungkapnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Sidang Tuntutan Luthfi Alfiandi Digelar Hari Ini
Polisi Periksa 5 Penyidik Polres Jakbar Terkait Dugaan Penyiksaan Luthfi
Kapolri Bentuk Tim Khusus Telusuri Pengakuan Lutfi Soal Penyiksaan Polisi
Penjelasan NasDem Terkait Iklan Tampilkan Foto Lutfi Alfiandi yang Diedit
Bentuk Timsus, Kapolri Janji Tindak Tegas Anggota Polri Jika Terbukti Aniaya Lutfi
Nestapa Lutfi Alfiandi, Disetrum dan Dipukuli Polisi Biar Ngaku Lempar Batu

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.