Polri Minta Kapolda dan Kapolres Mampu Redam Isu agar Tidak Viral

Polri Minta Kapolda dan Kapolres Mampu Redam Isu agar Tidak Viral
Gedung Mabes Polri. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
NEWS | 3 Desember 2021 12:49 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Kapolda dan Kapolres di seluruh Indonesia diharapkan dapat meredam isu yang ada di wilayah hukumnya. Hal ini agar tidak menjadi viral dan menjadi isu nasional.

"Pemimpin diharapkan mampu meredam isu jika ada permasalahan di wilayahnya, sehingga tidak terjadi isu nasional sehingga viral. Tadi Pak Wakapolri sudah menyinggung soal ini, jadi segera diredam, segera diklarifikasi, kalau perlu minta maaf, minta maaf sehingga tidak viral," kata kata Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto dalam sambutannya saat Apel Kasatwil Polri TA 2021, di Bali, Jumat (3/12).

Selain itu, para Kapolres diharapkan dapat melakukan klarifikasi dengan cepat apabila ada pemberitaan. Sehingga, hal itu tidak akan menjadi viral dan menjadi isu nasional. Tak hanya itu, mereka juga diminta untuk melakukan kunjungan terhadap sejumlah media mainstream.

"Kami menyarankan kepada para Kasatwil Kapolres segera mengklarifikasi secepatnya apabila ada pemberitaan di media. Jadi segera dijawab segera diklarifikasi, sehingga tidak viral," ujarnya.

"Kemudian Wakapolri juga tadi menyampaikan silakan visit media, kalau di Polres tidak ada media mainstream, bisa datangi silaturahmi untuk menjalani hubungan emosional yang baik," sambungnya.

Selanjutnya, mereka juga disarankan untuk melakukan silaturahmi terhadap sejumlah tokoh-tokoh masyarakat yang dianggap mempunyai pengikut banyak.

"Kemudian kami menyarankan mungkin ada tokoh-tokoh punya follower yang banyak segera disilaturahmi untuk membantu klarifikasi apabila di kesatuannya ada yang viral. Sehingga dengan adanya tokoh daerah banyak followersnya bisa meredam," ungkapnya.

"Kemudian tidak perlu mempublikasikan apabila masalah itu sudah colling down, artinya kalau masalah sudah diberitakan lagi, malah dibesarkan lagi oleh media mainstream maupun media sosial," tambahnya.

Terakhir, ia ingin agar dapat memperdayakan personel yang religius. Namun, tidak hanya yang beragam muslim saja, melainkan juga beragama lainnya.

"Itu bisa menjadikan corong kita untuk bisa dijadikan Kanit, Kasat atau Kapolsek. Tapi ada tugas pokok untuk meredam isu-isu terkait dengan SARA," tutupnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Jokowi Tegur Polisi: Saya Dihina Sudah Biasa, Ada Mural Aja Takut, Ngapain?
Ingin Masuk Polri Takut Bayar Ratusan Juta, Ini Penjelasan Polwan Ternyata Gratis
Potret Keakraban Anggota DPR Hillary Lasut dengan Mayjen Hingga Jenderal TNI
Potret 2 Sahabat TNI-Polri, Dulu Bintang 2 di DKI, Kini 1 Orang Melejit Jadi Jenderal
Kapolda NTB Kirim Naskah Akademis Pembentukan Polres Mandalika ke Mabes Polri
Polri: Rekrutmen Anggota Berlatar Belakang Santri Sudah Dilakukan Sejak 2017

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami