Polri Minta Korban Ujaran Kebencian di Media Sosial Tidak Segan Membuat Laporan

Polri Minta Korban Ujaran Kebencian di Media Sosial Tidak Segan Membuat Laporan
PERISTIWA | 13 Juli 2020 20:50 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Polri meminta kepada para korban ujaran kebencian atau hate speech, SARA, pencemaran nama baik dan fitnah khususnya di sosial media untuk tidak segan melapor ke kepolisian. Instansi penegak hukum itu memastikan segera menindak netizen yang melakukan pelanggaran pidana terkait perkara tersebut, baik kepada perorangan atau pun institusi.

"Dalam hal ini memang berkaitan dengan konten medsos bernada mengarah ke hate speech adalah sesuatu yang berpotensi pelanggaran hukum," kata Kadiv Humas Polri Irjen Raden Perbowo Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/7).

Argo menyebut, menyebarluaskan informasi yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik merupakan tindakan yang dapat dipidana berdasarkan Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang ITE. Ancamannya pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp 750 juta.

"Tim cyber intens melakukan cyber patrol, memonitor konten yang bernuansa ujaran kebencian. Polri mengapresiasi netizen yang tidak menyebarkan informasi yang bernuansa ujaran kebencian," jelas dia.

Argo mengimbau masyarakat agar dapat bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan tertentu yang merugikan pihak lain, termasuk memperhatikan sikap dalam menyampaikan pendapat, informasi, mau pun mengekspresikan kekecewaan.

"Kami tidak ingin masyarakat menjadi subjek pelanggar hukum dalam konteks ITE. Mengajukan pendapat, keluhan dan lainnya silakan saja. Tapi jika hal itu mengandung ujaran kebencian, fitnah dan pencemaran nama baik, hal itu berpotensi melanggar hukum," Argo menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra (mdk/ray)

Baca juga:
Polisi Ingatkan Ancaman 4 Tahun Bui bagi Penyebar Konten Ujaran Kebencian
Generasi Muda Diingatkan Selektif Bermedia Sosial, Ikuti Akun yang Menentramkan
Aplikasi Live Streaming Twitch Blokir Akun Donald Trump
Praperadilan, Kubu Ruslan Buton Sebut Polisi Langgar Administrasi Penyidikan
Ruslan Buton Anggap Polri Tak Hargai Hukum Karena Mangkir Sidang Praperadilan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami