Polri: Penjaga Rutan Berpangkat Bintara, Napoleon Minta Ganti Gembok Pasti Dituruti

Polri: Penjaga Rutan Berpangkat Bintara, Napoleon Minta Ganti Gembok Pasti Dituruti
Napoleon Bonaparte Bersaksi di Sidang Tommy Sumardi. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 21 September 2021 14:27 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, penjaga rutan yang masih berpangkat bintara membuat mereka mau menuruti perintah Irjen Napoleon Bonaparte. Permintaan Napoleon yang dituruti yakni mengganti gembok standar rutan.

"Ya kita tahu bersama yang jaga tahanan itu kan pangkatnya Bintara. Sementara pelaku ini pangkatnya Perwira Tinggi Polri. Ya (Napoleon berpangkat jenderal bintang 2). Dengan dia meminta supaya tidak usah menggunakan gembok standar itu pasti dituruti oleh petugas jaga," kata Andi kepada wartawan, Selasa (21/9).

Andi menjelaskan, kondisi psikologis penjaga rutan sangat berpengaruh ketika seorang jenderal bintang dua meminta seorang bintara untuk melakukan sesuatu. Polisi sedang melakukan penyidikan agar kasus serupa tersebut tak dapat terulang kembali nantinya.

"Ya equality before the law inilah makanya saya sedang melakukan penyidikan terhadap yang bersangkutan. Nah tetapi kalau terkait. Kondisi psikologis tidak bisa kita abaikan pada saat peristiwa itu terjadi, di mana seorang perwira tinggi meminta kepada bintara supaya tidak usah gunakan gembok standar," ungkapnya.

Saat ini, Propam Polri juga tengah memeriksa petugas jaga rutan untuk mendalami terkait dugaan pelanggaran etik saat kejadian tersebut.

"Tentu proses ini juga sedang didalami teman-teman Propam untuk lihat apakah terjadi pelanggaran-pelanggaran etika atau disiplin terkait dengan proses jaga tahanan," tutupnya.

Napoleon Bonaparte menganiaya tersangka kasus penistaan agama Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri. Mantan Kadiv Hubinter Polri itu menukar gembok sel dihuni Kece untuk melakukan penganiayaan.
Napoleon memerintahkan ketua kamar tahanan berinisial H, yang disebut sebagai Ketua RT untuk menukar gembok tersebut.

"Gembok standar untuk kamar sel korban diganti dengan 'gembok milik Ketua RT' atas permintaan NB, makanya mereka bisa mengakses," kata Andi.

Hasilnya, kata Andi, Napoleon pun akhirnya dapat menyelinap masuk ke dalam kamar tahanan Kece. Sesuai pantauan CCTV, dia masuk bersama tiga tahanan lainnya sekitar pukul 00.30 WIB. (mdk/ray)

Baca juga:
Polri Segera Tetapkan Tersangka Kasus Penganiayaan M Kece
Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece Dibantu Tahanan Mantan Anggota FPI
Irjen Napoleon Dibantu Napi Eks FPI saat Aniaya Muhammad Kece di Tahanan
Kronologi Penganiayaan Muhammad Kece oleh Irjen Napoleon di Rutan Bareskrim Polri
Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Irjen Napoleon Terkait Penganiayaan M Kece Hari Ini

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami