Polri Sebut Jamaah Islamiyah Punya Media Sendiri untuk Propaganda

PERISTIWA | 16 Juli 2019 15:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Polisi terus mendalami eksistensi kelompok terorisme jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Informasi terkini, Jamaah Islamiyah diketahui memiliki media massa sendiri untuk melakukan propaganda sekaligus menyebarkan paham radikalisme.

"Dia punya media sendiri. Ada beberapa media yang tidak terdaftar di dewan pers, digunakan untuk propaganda dan menyebarkan narasi-narasi," tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/7).

Menurut Dedi, media massa menjadi salah satu pondasi Jamaah Islamiyah untuk memperkuat kelompoknya.

"Untuk sementara ini, memang paling kuat di Jawa Barat ya. Pengaruhnya signifikan. Lalu di Jawa Tengah dan sebagian di Jawa Timur. Kemudian di wilayah Sumatera, lalu ada di Kalimantan tidak banyak. Lalu di Sulawesi juga tidak banyak dan mereka bisa menembus hingga ke Papua Barat," jelas dia.

Selain itu, Jamaah Islamiyah juga menggunakan metode memasuki kelompok organisasi lain. Bahkan menyusup hingga ke pengajian-pengajian kecil yang biasa rutin dilakukan masyarakat secara umum.

"Pola pendekatan khas itu dipake sama dia (JI) dalam rangka menyebarkan faham dia, karena dia menilai pahamnya paling benar," tegas Dedi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sejak dianggap sebagai organisasi terlarang dan dibubarkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2007 lalu, eksistensi Jamaah Islamiyah (JI) memang tidak lagi terlihat. Namun nyatanya, kelompok tersebut masih aktif hingga sekarang di bawah pimpinan yang baru.

Amir kelompok tersebut yakni PW alias Abang alias Aji Pangestu alias Abu Askari alias Ahmad Arif alias Ahmad Fauzi Utomo, merupakan anggota lama dari Jamaah Islamiyah. Pada 2002 lalu, dia menjabat di bidang intelijen.

"Untuk tersangka sendiri keterlibatannya, rekam jejaknya, cukup panjang. Yang bersangkutan alumni pelatihan militer di Moro angkatan 2000. Yang bersangkutan aktif dalam struktur organisasi JI," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/7).

Dedi menyebut, PW merupakan sarjana S1 Teknik Sipil dari sebuah universitas ternama di Jawa. Dari sisi intelektual, bisa dikatakan dia memiliki kompetensi mumpuni. Termasuk juga ahli dalam merakit bom, kemampuan intelejen, hingga militer.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
AS Khawatir Mata Uang Kripto Milik Facebook Disalahgunakan untuk Aktivitas Ilegal
Gandeng PPATK dan BPK, Polisi Telusuri Dugaan TPPU Organisasi Teroris JI
Polisi Beberkan Sepak Terjang PW, Pimpinan JI yang Pernah Dua Kali DPO Polisi
Korban Terorisme Tanggung Jawab Negara
Polisi Ungkap Pospol Siluwok Ditembak Menggunakan Airsoft Gun
Menhan Sebut Pemberantasan Terorisme 99 Persen di Tangan Masyarakat
Menhan Soal WNI Pengikut ISIS Mau Balik: Janji Dulu Dong Setia Pancasila

(mdk/lia)