Polri Sebut Kasus Diskriminasi dan Rasisme Meningkat Terutama di Medsos

PERISTIWA | 13 September 2019 00:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, perilaku diskriminasi dan rasisme mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Dedi menyebut di era digital pelakunya lebih banyak memanfaatkan media sosial.

"Ada pergeseran perilaku yang dulunya orang menghina secara lisan dan diterapkan pasal-pasal konvensional KUHP. Kini orang menghina menggunakan teknologi informasi," kata Dedi dalam diskusi Publik dan Media SETARA Institute di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Kamis (12/9/2019).

Dedi menuturkan sepanjang Januari hingga September 2019 setidaknya ada 22 kasus terkait penghinaan berbau SARA yang ditangani polisi.

Dia merinci, khusus isu rasisme yang terkait Papua kemarin tiga kasus ditangani Polda Jatim. Sedangkan satu kasus di Polda Sulawesi Selatan.

"Tapi isu tentang ras dan diskriminasi yang lebih banyak menangani adalah jajaran Ditsiber Bareskrim Polri," kata dia

Dia menyebut, trennya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Paling banyak para saat pemilu kemarin.

"Ini yang membuat gaduh di media sosial dan dunia nyata," ucap dia.

Dedi mengatakan, paling penting era reformasi ini adalah kecerdasan literasi digital selalu ditanamkan agar saring terhadap seluruh informasi yang ada di media sosial.

"Saring dulu sebelum di share," tutup dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Gubernur Papua Sayangkan Pulangnya Ratusan Mahasiswa Setelah Insiden Rasisme
Anggota DPR: Isu Papua Harus jadi Momentum Penyadaran Bahaya Rasisme
Fadli Zon soal Mak Susi jadi Tersangka: Masa Orang Membela Kemudian Dipersalahkan
Tersangka Rasial Insiden Asrama Mahasiswa Papua Tulis Surat Permohonan Maaf
Gelar Rapat Pengamanan Papua, Jokowi Instruksikan Tindak Tegas Aparat Rasis
Sakit, Mak Susi Mangkir Pemeriksaan Kasus Rasisme Asrama Mahasiswa Papua

(mdk/bal)