Polri Sebut Meninggalnya Anggota Brimob di Maluku Bukan karena Vaksin AstraZeneca

Polri Sebut Meninggalnya Anggota Brimob di Maluku Bukan karena Vaksin AstraZeneca
Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 8 April 2021 11:39 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan, anggota Brimob Polda Maluku Iptu Laurens Tenine (LT) meninggal dunia karena terinfeksi virus corona. Sehingga, Argo menegaskan bahwa Iptu LT tidak meninggal karena vaksin AstraZeneca.

"Dilakukan sampel pemeriksaan Covid-19 (RT-PCR) di RS Haulussy Ambon dengan hasil positif," kata Irjen Argo Yuwono dikutip dari siaran pers Humas Polri, Kamis (8/4).

Argo menjelaskan kronologi meninggalnya anggota Brimob itu. Berdasarkan kesaksian dari keluarga, saat pasien tiba di RS Bhayangkara, pasien memang sudah tidak sadar. Setelah diperiksa oleh Dokter jaga UGD di RS tersebut, dokter mengatakan bahwa sudah tidak ada respon napas dan nadi pasien. Selanjutnya, kata Argo, dokter pun melakukan tindakan resusitasi jantung paru selama 1 siklus, namun sayangnya dokter menyatakan hal itu tidak berhasil.

"Pasien juga diperiksakan rekam jantung dengan alat EKG didapatkan hasil no respons. Untuk refleks pupil dan kornea negatif dan dinyatakan meninggal dunia pukul 07.17 WIT," ujar Argo.

Secara terpisah, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Prof Hindra Irawan Safari sebelumnya juga mengatakan hal yang sama dengan Argo. Dia mengatakan bahwa Komandan Kompi Batalion Brimob Polda Maluku itu meninggal dunia bukan karena vaksin. Melainkan karena terpapar Covid-19. Berdasarkan hasil audit Komnas KIPI, Iptu LT diketahui sudah terpapar Covid-19 sebelum disuntik vaksin AstraZeneca.

"Almarhum meninggal bukan karena vaksin, tapi karena terinfeksi Covid-19. Yang pasti almarhum terpapar sebelum 30 maret (tanggal disuntik), kata Hindra saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin lalu.

Diberitakan sebelumnya, Iptu LT sempat mengikuti vaksinasi massal di lapangan upacara Polda Maluku pada 30 Maret 2021. Setelah disuntik vaksin, Iptu LT meriang, seperti 19 anggota Brimob lainnya. Kemudian, 5 hari setelah disuntik, Iptu LT meninggal dunia. (mdk/bal)

Baca juga:
Menkes: 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Jadwal Kedatangannya Tidak Pasti
Wapres: MUI Gelar Vaksinasi AstraZeneca, Masyarakat Jangan Ragu Lagi
Malaysia Tetap Gunakan Vaksin Covid-19 AstraZeneca Walaupun Ada Laporan Efek Samping
Ma'ruf Amin Tinjau Vaksinasi AstraZeneca Para Anggota MUI
Inggris Pertimbangkan Larang Vaksin AstraZeneca bagi Kalangan Muda

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami