Polri Susun Konsep Pertanyaan untuk Pendalaman Saksi Kebakaran Kejagung

Polri Susun Konsep Pertanyaan untuk Pendalaman Saksi Kebakaran Kejagung
Gedung Kejagung RI Usai Terbakar. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 5 Oktober 2020 20:32 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Penyidik Bareskrim Polri telah membuat sejumlah konsep pertanyaan untuk melakukan pendalaman pemeriksaan terkait kebakaran gedung Kejaksaan Agung. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2020, malam.

"Penyidik telah menyusun sejumlah langkah kegiatan yang pertama membuat konsep pertanyaan guna pendalaman pemeriksaan kepada orang-orang yang berada di lantai 6 aula Biro Kepegawaian sebagai bentuk tindak lanjut hasil anev 2 Oktober 2020 lalu," kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (5/10).

Selain itu, penyidik gabungan juga melakukan pemeriksaan terhadap lima orang ahli dalam perkara tersebut.

"Kedua melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang ahli, ahli gigi dari dokter gigi RS AL, ahli kebakaran, ahli Kemenkes, ahli DNA dan ahli digital forensik dari Puslabfor Mabes Polri," ujarnya.

Tak hanya itu, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap lift yang berada di gedung tersebut yakni dengan mengambil sidik jari pada tombol lift.

"Kemudian yang ketiga melakukan pemeriksaan terhadap lift di kantor kejagung berupa pengambilan DNA dan sidik jari terhadap tombol lift di bagian dalam bersama tim dari PT Mitsubishi elektrik selaku pihak yang membuat lift tersebut," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Naik Penyidikan

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung telah naik menjadi penyidikan. Hasil ini diketahui setelah Polri bersama dengan Kejaksaan Agung melakukan gelar perkara atas peristiwa yang terjadi pada Sabtu (22/8) lalu.

"Kita sudah sepakat dalam gelar tadi untuk meningkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan dengan dugaan Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 188 KUHP," kata Listyo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/9).

Untuk memastikan peristiwa ini menjadi pidana, pihaknya telah memeriksa 131 saksi serta adanya beberapa temuan saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh Puslabfor Polri dengan menggunakan instrumen gas.

"Maka peristiwa yang terjadi sementara penyidik berkerimpulan dapat dugaan peristiwa pidana," ujarnya.

(mdk/eko)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami