Polri tak ikut campur soal WNI ditangkap Malaysia diduga terlibat ISIS

PERISTIWA | 22 Januari 2018 23:19 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Kepolisian Malaysia dikabarkan menangkap seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat dalam jaringan Negara Islam Irak Suriah (ISIS). Polri menyerahkan proses hukum ke pihak kepolisian Malaysia.

"Itu kewenangan Malaysia kami tidak ikut campur. Sama kayak warga negara Malaysia di Indonesia terlibat ISIS, kami tangkap," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/1)

Namun, WNI bisa diberikan pendampingan hukum melalui Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri. Lewat pihak Kemenlu, WNI itu akan diminta keterangan terlebih dulu.

"Ada, tapi itu ada dari Kementerian Luar Negeri namanya Direktorat Perlindungan WNI ya, paling tidak mereka akan mengunjungi yang bersangkutan, tanya kenapa kamu ditangkap dan sebagainya," imbuh Setyo

Dari kasus ini juga, Polri akan segera berkoordinasi untuk bertukar informasi dengan Kepolisian negeri Jiran tersebut. "Pasti kami koordinasi dengan polisi Malaysia," ucap Setyo.

Informasi dihimpun, Kepolisian Malaysia menangkap dua pria yang diduga terkait dengan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Salah satu pria yang ditangkap merupakan seorang pekerja konstruksi asal Indonesia.

Baca juga:
Menlu Retno belum bisa pastikan kematian Bahrun Naim
Masih investigasi, Polri belum bisa pastikan kematian Bahrun Naim di Suriah
Polisi Malaysia tangkap WNI diduga terlibat bom panci Bandung
Polisi temukan 2 koper dokumen terkait ISIS di kediaman terduga teroris Surabaya
Terduga teroris di Ampel Kembang Surabaya pernah gabung ISIS di Suriah selama setahun

(mdk/noe)