Polri Temukan 18 Kasus Penimbunan APD serta Hand Sanitizer

Polri Temukan 18 Kasus Penimbunan APD serta Hand Sanitizer
PERISTIWA | 9 April 2020 11:53 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra mengatakan pihaknya sudah menemukan 18 kasus penyimpangan penyalahgunaan dalam distribusi alat pelindung diri (APD). Penyelidikan tersebut dilakukan lantaran banyaknya oknum yang menimbun APD, masker hingga hand sanitizer di tengah pandemi Covid-19.

"Hasil penyelidikan Polri selama ini, ada 18 kasus, dari 18 kasus ini modus operandinya adalah memainkan harga, menimbun, menghalangi dan menghambat jalur distribusi alat kesehatan, serta memproduksi serta dan mengedarkan APD, Hand sanitizer atau alat kesehatan lainnya dan tidak sesuai standar izin edar," ungkap Asep saat siaran telekonference di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (9/4).

Dia menjelaskan dari 18 kasus tersebut, terdapat 33 tersangka. Dan dua diantaranya kata dia, dilakukan penahanan. Kemudian, para tersangka dikenakan dua Undang-undang yaitu Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan UU 36 tentang kesehatan.

"Untuk pelanggaran pasal 29 dan pasal 107 ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda 50 miliar. Dan yang kedua ditersangkakan para pelaku tentang UU 36 perihal kesehatan. Untuk pelanggaran pasal 96 dan 196 ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar," jelas Asep. (mdk/rhm)

Baca juga:
Pemprov Riau Siapkan Rp300 Juta Untuk Tenaga Medis Meninggal Akibat Virus Corona
5 Rumah Sakit Ini Dapat Bantuan APD dari MPD
Tangani Covid-19, Sejumlah Rumah Sakit Dapat Bantuan APD dari Polres Majalengka
Cegah Corona, Napi di Rutan dan Lapas Ikut Produksi APD Hingga Cairan Antiseptik
Kemenperin: 36 Industri Dalam Negeri Mampu Produksi 18 Juta APD per Bulan
Ketua MPR Minta Polisi Tindak Penjual APD Online dan Offline dengan Harga Tak Wajar

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami