Polri: Terduga Teroris Merauke Saling Kenal dengan Jaringan Makassar dan Balikpapan

Polri: Terduga Teroris Merauke Saling Kenal dengan Jaringan Makassar dan Balikpapan
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 7 Juni 2021 20:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Belasan terduga teroris ditangkap di Merauke. Polisi menyebut, satu sama lain memiliki keterkaitan dengan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) wilayah Makassar dan kawanan terduga teroris dari Villa Mutiara.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, Densus 88 Antiteror terus menelusuri jaringan teroris dari berbagai daerah di Indonesia. Sehingga, terduga teroris yang diamankan tersebut saling terhubung satu sama yang lain.

"Sekali lagi ada kontak di antara mereka itu karena memang kasus di Merauke itu hasil pengembangan dari Makassar jadi Makassar, Balikpapan dan Merauke itu ada saling keterkaitan," kata dia di Mabes Polri, Senin (7/6/2021).

Rusdi menerangkan, jaringan teroris ini memanfaatkan media WhatsApp Grup untuk saling berkomunikasi. Mereka disebut pernah berapa kali melakukan pertemuan antara menggelar kegiatan pengajian bersama.

"Ya di antara mereka sudah saling kenal orang-orang di Merauke. Mereka pernah ketemu (pengajian)," ucap dia.

Menurut Rusdi, terduga teroris memilih Merauke sebagai tempat persinggahan lantaran penegakan hukum dilakukan Densus 88 Antiteror begitu tinggi. Karena itu, ada dari mereka yang keluar dari Makassar dan bertolak Merauke.

"Karena aktivitas penegakan hukum yang tinggi yang dilakukan oleh Densus 88 Antiteror terhadap kelompok-kelompok teroris tanah air," ucap dia.

Sebelumnya, polisi menyebut terduga teroris yang ditangkap di Merauke telah melakukan sumpah setia atau baiat ke kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Terduga teroris ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Merauke, Papua pada Jumat 28 Mei 2021.

Adapun terduga teroris yang diamankan yakni AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, WS, YK, AP dan IK, dari 10 orang ada pasangan suami istri yakni AP dan IK (perempuan).

Penangkapan kembali berlanjut pada Minggu 30 Mei 2021. Saat itu, Densus 88 Antiteror Polri menangkap satu lagi anggota jaringan teroris Ansharut Daulah di Merauke.

Ada beberapa barang bukti yang ditemukan di sana seperti senapan angin, senjata tajam, dan juga ada peralatan panah. Selain itu, petugas menemukan beberapa cairan dan peralatan serta bahan kimia lainnya. Semua barang bukti tersebut masih dalam pendalaman mencari tahu isi kandungannya.

Menurut keterangan polisi, Kelompok JAD Merauke ini merencanakan aksi teror di Gereja Merauke, Polres Merauke dan Satlantas Merauke. Prang yang diamankan masuk dalam jaringan Anshor Daulah dan tersangkut dalam kasus bom bunuh diri awal Januari lalu di Makassar.

Para terduga teroris itu memang sering ke Makassar dan ada yang terkait kasus bom bunuh diri. (mdk/bal)

Baca juga:
Jejak JAD di Merauke
Kronologi Terduga Teroris Serang Anggota Polantas Palembang
Penyerang Polantas di Palembang Diduga Residivis Kasus Terorisme
Cerita Saksi Saat Polantas Polrestabes Palembang Diserang Terduga Teroris
Terduga Teroris di Merauke Terlibat Bom Thamrin Jakarta dan Gereja Makassar
BNPT Sebut Teroris JAD Ingin Kembangkan Konflik di Papua

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami