Polri tingkatkan kewaspadaan, setiap polisi jaga dibekali senjata

PERISTIWA | 1 Juli 2017 17:06 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Pascapenyerangan anggota kepolisian di Sumatera Utara dan Jakarta, semua personel di lapangan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Polisi tidak boleh berjaga sendirian.

"Tetap kita meningkatkan kewaspadaan, makanya kita buddy system, tidak boleh sendiri-sendiri," kata Kadiv Humas Mabes Polri, di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (1/7).

Buddy system itu pun merupakan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan. Aturan untuk saling menjaga antara petugas pun telah dilakukan.

Tak hanya itu, aparat yang bertugas di lapangan pun dibekali senjata. "Ya SOP-nya ada minimal bertugas itu dua orang, kalau di lapangan minimal harus ada yang bersenjata, kan begitu," ujarnya.

Hal itulah yang membuat pelaku bisa langsung dilumpuhkan saat berupaya melarikan diri usai melukai dua anggota polisi. "Makanya langsung ketangkap. Kalau enggak kan enggak tertangkap tuh," ucapnya.

Dia juga menambahkan anggota yang bertugas diperbolehkan membara senjata api. Hanya saja senjata yang dibawa harus disesuaikan agar tidak meresahkan masyarakat.

"Saya juga kalau salat bawa senjata. Kemarin saya salat bawa senjata juga. Ya kalau senjatanya senjata panjang jangan lah," pungkasnya. (mdk/eko)

Baca juga:

Brimob ditusuk, warga was-was saat salat di Masjid Falatehan

'Polisi tak boleh paranoid, nanti orang cuma tanya ditodong senjata

Polri tingkatkan kewaspadaan, setiap polisi jaga dibekali senjata

Pelaku tusuk Brimob dekat Mabes Polri pakai pisau sangkur

Ahmad Soalihin coba tabrak polisi dan mengancam dengan airsoft gun

Satu polisi tewas dan dua luka akibat perkelahian di Pasar Abepura

Teror di hari Kemenangan untuk Korps Bhayangkara

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.