Polsek Tambelangan Dibakar, 300 Personel Bersenjata Lengkap Siaga di Madura

PERISTIWA | 23 Mei 2019 11:12 Reporter : Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Pasca-peristiwa pembakaran kantor Polsek Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura pada Rabu (22/5) malam, Polda Jawa Timur siagakan dua kompi personel Brimob dan satu kompi Sabhara bersenjata lengkap.

"Total ada 300 personel yang memback-up dua Polres sekaligus (Sampang dan Pamekasan). Mereka sudah standby di Sampang," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kamis (23/5).

Selain penebalan personel karena sejak Rabu siang kemarin terjadi ketegangan di dua kabupaten di Pulau Garam tersebut, Barung juga menegaskan bahwa Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan saat ini, juga mengumpulkan sejumlah tokoh agama dan masyarakat di Sampang.

Ketegangan di Pamekasan, disebutkan Barung, ada sejumlah massa mendatangi Polres dengan membawa bambu, pentungan, dan batu. Kemudian di Sampang yang berujung pembakaran Mapolsek Tambelangan.

"Tadi malam Pak Wakapolda (setelah kejadian) langsung berangkat ke TKP untuk mengkonsolidasikan semua yang ada, termasuk personel yang akan memback-up Polres Sampang," katanya.

"Kemudian pagi ini Bu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) dan Pak Kapolda beserta Panglima (Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI R wisnoe Prasetja Boedi) berangkat ke Sampang menggunakan heli untuk bertemu dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh formal," tandasnya.

Baca juga:

Polsek Tambelangan Dibakar, Kapolda Jatim Kumpulkan Tokoh-tokoh di Sampang

Kantor Polsek Tambelangan Madura Dibakar Massa

Polisi Buru Pembakar Polsek Tambelangan: Ini Negara Hukum Bukan Barbar

Aktivitas di Kawasan Tanah Abang Kembali Normal usai Aksi 22 Mei

Pasukan Oranye Kumpulkan Pagar Pembatas Jalan yang Dirusak Perusuh Aksi 22 Mei

Pasca 22 Mei, KPU Masih Dijaga Ketat

Usai Aksi 22 Mei, Akses Menuju Pintu Utama Gedung DPR Masih Ditutup

(mdk/rhm)