TNI: Pos Gabungan Ditempatkan di Kampung-Kampung Usai Penyerangan KNPB di Maybrat

TNI: Pos Gabungan Ditempatkan di Kampung-Kampung Usai Penyerangan KNPB di Maybrat
Investigasi Penyerangan Posramil di Maybrat. Antara
NEWS | 16 September 2021 09:09 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron memastikan jika kondisi Maybrat kondusif usai penyerangan oleh KNPB terhadap Pos Koramil Persiapan Kisor, Kampung Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Kejadian itu telah menggugurkan empat anggota TNI.

"Untuk diketahui bahwa situasi Maybrat saat ini sudah kondusif, dengan ditempatkannya pos gabungan yang ada di kampung-kampung untuk menjamin keamanan masyarakat," kata Hendra dalam keterangannya, Kamis (16/9).

Setelah mendapatkan jaminan tersebut, kata dia, sejumlah masyarakat pun bisa kembali melakukan aktivitasnya seperti melanjutkan pendidikan kuliah. Sebab menurut Hendra, sebelumnya masyarakat diduga diancam kelompok KNPB apabila kembali ke kampung.

"Setelah mendapat jaminan keamanan dari pos, puji tuhan beberapa pemuda telah kembali untuk melanjutkan kuliah mereka di Sorong," ujar dia.

Dia menyebut, perbuatan dilakukan KNPB sangat keji. Hendra mengatakan, mereka tak ingin adanya pembangunan di sejumlah kampung atau di tanah Papua.

"Setiap pembangunan yang ada, dihambat oleh mereka. Mereka mengancam masyarakat untuk ikut menghambat pembangunan yang ada di kampung. Mereka merusak segala pembangunan yang ada di kampung," ungkapnya.

"Terbukti, kemarin mereka merusak jembatan yang bukan dibangun oleh mereka. Jadi mereka hanya bisa merusak, melaksanakan pembangunan sama sekali tidak ada. Sayangnya masyarakat juga diancam untuk ikut andil dalam perusakan pembangunan yang ada di kampung-kampung tersebut," sambungnya.

Hendra menyebut, KNPB memiliki ideologi kolonial yang dinilainya hanya bisa menghasut, mengancam, menteror dan menghambat pembangunan.

"Generasi-generasi muda kita dihambat, tidak boleh ada yang sekolah, jangan ada yang kuliah. Sehingga, generasi-generasi kita terus menjadi generasi yang terbelakang," ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada para orangtua untuk selalu menjaga anak-anaknya agar tak terhasut oleh kelompok KNPB.

"Jangan mau menjadi penghancur tanah Papua ini, biarkanlah anak-anak kita terus sekolah, terus mengembangkan diri. Sehingga mereka boleh menjadi anak-anak yang pandai dan anak-anak yang takut akan tuhan. Ayo para pemuda, kita bangkit, kita terus belajar, kita terus mengisi diri kita," imbaunya

"Sehingga kita dapat menjadi bagian dari yang mengisi pembangunan di tanah Papua, di tanah yang diberkati ini. Jangan menjadi penghalang, jangan menjadi penghambat, jangan menjadi penghasut, jangan menjadi peneror seperti kelompok KNPB," tutupnya. (mdk/gil)

Baca juga:
2 Nakes Jatuh ke Jurang Usai Teror KST di Kiwirok Dievakuasi, 1 Ditemukan Meninggal
BNPT Waspadai Aksi Teror KKB di PON Papua: Kita Tidak Ingin Dipermalukan
Aparat dan Warga Cari Mantri Hilang Usai Fasilitas Umum di Kiwirok Dibakar KST
Kapolda Papua Barat Perintahkan Foto DPO KNPB Serang Posramil di Maybrat Disebar
Evakuasi Korban Pesawat Rimbun Air Jatuh Lewat Darat, Aparat Antisipasi Gangguan KKB
TNI-Polri Bahu-Membahu Perbaiki Jembatan yang Dirusak KNPB di Papua
TNI-Polri Perbaiki Jembatan di Maybrat Dihancurkan KNPB

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami