Pos Pemantau Gunung Ijen Resmi Beroperasi, Mitigasi Bencana Lebih Akurat

PERISTIWA » BANYUWANGI | 22 Februari 2019 14:15 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Energi Sumber Daya‎ Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan pos pengamatan Gunung Ijen, di Banyuwangi Jawa Timur. Setelah fasilitas tersebut selesai direnovasi.

Jonan mengatakan, peremajaan Pos pengamatan gunung Ijen untuk meningkatkan pelayanan mitigas bencana gunung api, sehingga pengamatan bisa lebih akurat baik dari sisi visual maupun teknologi.

"Pos pantau ini sudah puluhan tahun, peremajaan ini sesuai dengan kebutuhan, dimodernisasi, ini ada kesempatan diperbaiki," kata Jonan, saat meresmikan pos pengamatan Gunung Ijen‎, di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (22/2).

Dengan pos pengamatan yang lebih baik, Jonan berharap akan menciptakan suasana kerja ‎yang nyaman. Sehingga petugas pos pengamatan gunung api bisa bekerja dengan optimal dan dapat meminimalisir korban jika terjadi bencana.

"Pengamat gunung api ini kan jarang ketemu orang, di daerah yang lebih sulit lagi, mungkin komunikasi dengan masyarakat memerlukan jarak yang panjang, biasanya sendiri, kalau sendiri sementara pos pengamatannya kurang nyaman nanti dikhawatirkan, output kerjaannya menurun," paparnya.

Menurut Jonan, instansinya tidak menambah peralatan pemantauan aktivitas Gunung di pos pemantauan Gunung Ijen, sebab infrastruktur yang dikelola Badan Geologi tersebut sudah dilengkapi dengan alat pemantau standar.

"Untuk alat baru tidak ada yang ditambah, alat di sini sudah lengkap," tuturnya.

Sebagai informasi, Gunungapi Ijen memiliki ketinggian puncak sekitar 2.386 meter di atas permukaan laut, berada di sekitar 22 kilometer (km) sebelah Barat laut dari Kota Banyuwangi. Secara administratif termasuk ke dalam Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Provinsi Jawa Timur.

Gunungapi Ijen saat ini dimonitor dengan jaringan pemantauan, antara lain 4 stasiun
seismik, 2 stasiun geokimia (2 sensor gas), dan 1 CCTV. Jaringan pemantauan
dikembangkan bersama antara PVMBG dan VDAP-USGS Amerika Serikat.

Berdasarkan data pemantauan (visual, seismik dan pengukuran air danau kawah), saat ini aktivitas Gunung api Ijen masih stabil dan berada pada level I (Normal). Masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik peremajaan Pos pemantau Gunung Ijen, sebab akan membuat nyaman wisatawan ke Banyuwangi sebab mitigas bencana alamnya‎ bisa lebih akurat.

"Perkembangan wisatawan yang berkunjung ke ijen ini luar biasa, versi survei Bank Indonesia terbaru, 76 persen orang asing ke Ijen dan banyuwangi itu puas, paling tinggi jika dibandingkan Borobudur, Yogya- Solo-Semarang dan Danau Toba," katanya.

Reporter: Pebriantowicaksono (mdk/rhm)

Baca juga:
Menteri Jonan: Baru Dua Provinsi Punya Rencana Umum Energi Daerah
Sudirman Said Buka Pertemuan Jokowi & Bos Freeport, Jonan Sebut Negosiasi Tak Berlaku
Menteri Jonan Target Penggunaan BBM untuk Pembangkit Listrik Turun Jadi 0,4 Persen
Pemerintah Permudah Pembangunan Pembangkit Listrik EBT dan Gas
Pemerintah Target Penambahan Pasokan Listrik 56,4 GW dalam 10 Tahun
Rida Mulyana Diangkat Jadi Dirjen Ketenagalistrikan Anyar, ini Alasan Menteri Jonan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.