Positif Covid-19, Pegawai Mal di Kupang Ditemukan Meninggal di Indekos

Positif Covid-19, Pegawai Mal di Kupang Ditemukan Meninggal di Indekos
Karyawan Lippo Plaza Kupang ditemukan meninggal dalam kamar kost. ©2021 Merdeka.com/Ananias Petrus
PERISTIWA | 22 Juni 2021 20:05 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Seorang pria yang merupakan karyawan Lippo Plaza Kupang ditemukan meninggal dunia, Selasa (22/6), di kamar indekos di rumah hijau, Jalan RW Monginsidi III, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Korban teridentifikasi bernama Drs. Is (54) terkonfirmasi positif Covid-19 sesuai hasil swab antigen, dari Rumah Sakit Umum Siloam Kupang yang dilakukan Sabtu (19/6).

Karena hasilnya positif atau reaktif Covid-19, maka korban yang merupakan warga Kelurahan Candirejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi D. I.Yogyakarta itu dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri.

Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya bernama Sudewo Fery Prasetya (37), warga asal Lingkungan Bualu, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Saat itu Sudewo dihubungi oleh Irwan, atasan mereka di Jakarta. Irwan meminta Sudewo mengecek kondisi korban Drs Is. Irwan pun kemudian memberikan nomor handphone pemilik kost, Elvis Manukoa (60).

Sudewo juga diberikan nomor handphone istri korban yang berada di Gunung Kidul, Yogyakarta. Saat Sudewo menghubungi istri korban, diperoleh informasi bahwa mereka terakhir kali berkomunikasi pada Senin (21/6) malam sekitar pukul 22.00 WITA.

Sepanjang hari Selasa (22/6), istri korban berusaha menghubungi korban melalui handphone namun tidak direspon.

Sudewo memutuskan mendatangi indekos korban untuk mengecek kondisinya. Di rumah hijau, Sudewo sempat menggedor pintu kamar korban, namun tidak juga direspons.

Sudewo dan pemilik indekos, Elvis Manukoa mencoba membuka jendela. Setelah jendela dibuka, mereka melihat korban sudah tergeletak tidak sadarkan diri.

Saat ditemukan korban dalam keadaan terlentang di tempat tidur menggunakan celana panjang kain warna hitam, baju kaos berkerah warna biru corak putih dan dari mulut mengeluarkan buih.

Mereka kemudian meminta bantuan ke Rumah Sakit Umum Siloam Kupang dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kelapa Lima.

Setelah dinyatakan Covid-19, korban sempat menghubungi Sudewo melalui pesan singkat WhatsApp menginformasi kalau dia positif dan dianjurkan untuk isolasi mandiri.

Pemilik indekos Elvis Manukoa mengaku, korban tinggal pada tanggal 31 Mei 2021 sekitar pukul 08.00 WITA. Elvis sendiri juga tidak mengetahui aktivitas korban selama ini, karena kamar korban selalu tertutup.

Polsek Kelapa Lima langsung ke lokasi kejadian untuk mengamankan lokasi dan menghubungi tim Satgas Covid-19 Kota Kupang.

Tim Satgas Covid-19 Kota Kupang langsung melakukan evakuasi terhadap jenazah korban. Pihak Lippo Plaza Kupang juga ke lokasi mengantarkan peti jenazah dan menyerahkan kepada Tim Gugus Covid-19.

Sekitar pukul 15.25 Wita, Tim Gugus tugas covid-19 Kota Kupang langsung membawa jenazah korban Tempat Pemakaman Umum (TPU) Damai Fatukoa, didampingi perwakilan keluarga dan pihak Kantor Lippo Kupang untuk pemakaman korban.

Dokter Wendy dari RSU Siloam Kupang juga membenarkan kalau pada Sabtu (19/6) lalu, korban sempat melakukan swab antigen di RSU Siloam Kupang dan hasilnya positif/reaktif Covid-19, sehingga korban dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri.

Terpisah, Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Sepuh Siregar, membenarkan kejadian ini. "Dia (korban), positif Covid hasil antigen (RSU) Siloam," kata Sepuh, Selasa (22/6).

Pihaknya kemudian mengawal seluruh proses hingga pemakaman jenazah di TPU Fatukoa khusus Covid-19. Sementara kamar indekos korban langsung disteril dan dikosongkan sementara. (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami