Potensi Cuaca Ekstrem, BMKG Waspadai Siklon Tropis di Bali Hingga NTT

Potensi Cuaca Ekstrem, BMKG Waspadai Siklon Tropis di Bali Hingga NTT
Potensi Cuaca Ekstrem Imbas La Nina. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 3 Desember 2021 19:27 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan akan terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem dalam waktu sepekan ke depan. Cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi di beberapa wilayah Indonesia, terutama di kawasan selatan.

“Dalam sepekan ke depan, diprakirakan ada potensi peningkatan cuaca ekstrem di wilayah Indonesia, karena kita pantau aktifnya MJO, Gelombang Kelvin dan Rossby tadi,” kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Fachri Radjab di Jakarta, Jumat (3/12).

Dia menjelaskan, meningkatnya potensi itu disebabkan oleh adanya dinamika fenomena pada atmosfer di Indonesia, seperti Maden Jullian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby pada Dasarian 1 Desember terlihat cukup aktif. Hal itu menyebabkan awan-awan hujan tumbuh secara signifikan di wilayah Indonesia.

Akibatnya, terdapat beberapa wilayah yang diprakirakan akan mengalami potensi itu seperti di daerah Laut Jawa pada tanggal 4 Desember 2021. Sedangkan Kalimantan bagian selatan di pesisir barat, Sumatera bagian selatan juga Jawa bagian barat akan mengalami hal serupa di tanggal 5 Desember 2021.

Fachri mengungkapkan, pemerintah juga harus mewaspadai periode pertumbuhan siklon tropis di wilayah bagian selatan Indonesia.

“Memang saat ini antara bulan April hingga November adalah periode pertumbuhan siklon tropis di selatan. Dari beberapa catatan kejadian di Indonesia memang dari 2008 hingga 2021 ada terus. Artinya, frekuensi semakin intens tiap tahun,” terangnya seperti dilansir dari Antara.

2 dari 2 halaman

Menurutnya, siklon tropis yang harus paling diwaspadai adalah siklon tropis yang tumbuh di perairan Samudera Hindia bagian Selatan Indonesia. Khususnya selatan Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur atau sebelah Utara Australia.

Ia turut menegaskan tidak berarti siklon tropis di tempat lain tidak memberikan dampak. Adanya Siklon Tropis Nyatoh di sekitar Filipina juga memberikan dampak tidak langsung terutama di daerah Indonesia bagian utara.

Oleh sebab itu, meskipun Indonesia belum mencapai puncak musim hujan, dia menekankan semua warga negara untuk terus meningkatkan kewaspadaan saat memasuki puncak musim hujan, terutama jika hujan turun dengan durasi yang cukup lama.

“Tipikal dari musim hujan adalah hujan dengan durasi yang lama. Itu yang perlu jadi kewaspadaan kita,” tutup Fachri. (mdk/fik)

Baca juga:
BMKG: Siklon Tropis Nyatoh Bergerak Menjauhi Indonesia
Mengenal Dua Siklon Tropis dan Dampaknya pada Perairan Indonesia
Banjir Rob Diprediksi Landa Pesisir Jakarta Sepekan ke Depan, Warga Diminta Waspada
BMKG Minta Masyarakat Waspadai Potensi Siklon Tropis Teratai
Kepala BMKG Luruskan Kabar akan Terjadi Tsunami di Cilegon
BMKG: Semua Daerah di NTT Mengalami Hari Tanpa Hujan Sangat Pendek

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami