Potret wanita pengungsi Gunung Agung di Hari Ibu

Potret wanita pengungsi Gunung Agung di Hari Ibu
PERISTIWA | 22 Desember 2017 14:13 Reporter : Gede Nadi Jaya

Merdeka.com - Tidak semua dari para wanita yang mendapat penghormatan di peringatan Hari Ibu yang jatuh pada Jumat (22/12) ini. Di Bali, sejumlah ibu-ibu pengungsi Gunung Agung lebih fokus menambah isi dompetnya dengan cara mencari pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh kaum adam.

Bahkan dalam sebuah proyek bangunan rumah dekat pengungsian, di wilayah Badung Utara, para ibu-ibu ini berebut mengangkut pasir. Nampak juga di dalam Gedung Olah Raga Suwecapura Klungkung, ibu-ibu sibuk fokus membuat ulatan bahan anyaman bambu.

"Untuk buat wadah dari anyaman bambu satu lembarnya diupahi Rp 3.000. Kalau lagi semangat bisa sehari dapat 3 lembar hingga malam sambil tunggu ngantuk. Biasanya rata-rata cuma dapat selembar," ucap Ayu ibu asal desa Sebudi di jumpai di posko pengungsian Gor Suwecapura.

Di tempat terpisah, di wilayah Badung Utara, para ibu-ibu terlihat begitu semangat bermandikan keringat mengangkut pasir dari sebuah truk. Terhitung ada Rp 8.000 yang mengambil kerjakan dadakan ini.

"Lumayan pak dari pada bengong saja. Tapi ini borongan. Satu truk dapat Rp 100 ribu. Ya tinggal kita bagi saja ber delapan," aku bu Wayan saat menanti giliran angkut pasir.

Menurutnya, sebelum wartawan ini tiba sudah habis satu truk sebelumnya. "Ini truk yang ke dua pak. Sebelum pak datang, sudah satu truk," akunya.

Ironisnya saat ditanya soal Hari Ibu, tidak satu pun dari mereka yang memperdulikan. Justru mereka menjawab bahwa hari ini adalah hari Jumat bukan Hari Ibu.

Bagi mereka mengenal tentang Hari Ibu hanya dirayakan bagi anak-anak mereka yang sukses dan menghormati orang tuanya.

"Anak saya masih kecil-kecil pak. Nanti kalau dia sukses, biar anak saya yang rayakan saya di hari ibu," ungkap Wari menimpali. (mdk/gil)


Hari Ibu, Polresta Tangerang hadiahkan lady bikers helm
Ini pesan Megawati Soekarnoputri pada kaum perempuan
Riwayat Solihah, ibu yang menghidupi anaknya dan naik haji dari buku loak
Anas di Hari Ibu: Maafkan kami abaikanmu hingga tak sadar sudah keriput di wajahmu
Saat Sekjen PDIP dibuat pangling dandanan Happy Djarot, Eva & Ribka di Hari Ibu
Hasto sebut 22 Desember hari perjuangan perempuan Indonesia
Hari Ibu, Bupati Dedi kenang perjuangan ibunda besarkan anak dengan ekonomi terbatas

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami