PPATK: ACT Terima Donasi Rp1,7 Triliun, 50 Persen buat Beli Vila dan Rumah

PPATK: ACT Terima Donasi Rp1,7 Triliun, 50 Persen buat Beli Vila dan Rumah
Tersangka Mantan Presiden ACT Ahyudin. ©2022 Merdeka.com/Imam Buhori
NEWS | 4 Agustus 2022 15:39 Reporter : Alma Fikhasari

Merdeka.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus menelusuri aliran penyelwengan dana ACT (Aksi Cepat Tanggap). Didapati, Rp1,7 triliun atau sekitar 50 persen mengalir ke entitas-entitas pribadi.

"Ada 843 rekening. PPATK melihat ada Rp1,7 triliun uang yang mengalir ke ACT, lebih dari 50 persen mengalir ke entitas yang berafiliasi dengan pribadi," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana saat jumpa per di Gedung Kemensos, Jakarta, Kamis (4/8).

Nilai tersebut, lanjut Ivan, masih hasil sementara.

"Sementara ini masih kita duga dipergunakan oleh, secara tidak pruden lah, tidak akuntabel," katanya.

Ia membeberkan, ACT kerap memiliki anak usaha lainnya yang mereka garap secara pribadi.

"Jadi ACT itu punya kegiatan-kegiatan usaha lain. Jadi kegiatan usaha lain itu yang kemudian menerima dana, dan dana itu ada Kembali lagi ke pengurus, gitu, seperti yang kami sampaikan sebelumnya, kelompok-kelompok keg usaha dibawah entitas A ini dimiliki oleh, terafiliasi dengan para pemilik di A nya tadi," katanya.

Hasil penelusuran tim PPATK, menemui adanya transaksi kepentingan membayar kesehatan, pembelian villa, kemudian pembelian apa, pembelian rumah, pembelian asset.

"Segala macem yang memang tidak diperuntukkan untuk kepentingan sosial," tegasnya.

Baca juga:
PPATK Duga 176 Lembaga Filantropi Lakukan Penyelewengan Dana
Ini Rincian Dana Bantuan Boeing Rp68 Miliar yang Diselewengkan ACT
Aliran Rp10 M ke Koperasi 212 Ternyata untuk Bayar Utang Perusahaan Terafiliasi ACT
Dana Bantuan Korban Lion Air yang Diselewengkan ACT Naik 2 Kali Lipat jadi Rp68 M
Ketua Koperasi 212 Akui Terima Uang Rp10 Miliar dari ACT
843 Rekening ACT dan Afiliasinya Diblokir

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini