PPATK Klaim Sudah Bekukan Transaksi Kelompok JAD Tapi Hidup Lagi

PERISTIWA | 19 November 2019 18:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sejumlah terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri berafiliasi pada kelompok teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Dalam catatan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kiagus Ahmad Badaruddin, pihaknya terus berupaya memastikan aliran dana untuk kelompok teroris khususnya dari JAD.

"Ya yang dimatikan kan sudah banyak," ucap Kiagus usai bertandang ke kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (19/11).

Dia akuinya, tak mudah melacak aliran dana kelompok teroris termasuk JAD. Andai pun ada yang ditemukan dan sudah dimatikan, nyata kembali aktif.

"Kan tidak mungkin, dia mencantumkan nama JAD dengan jelas. Kadang-kadang ada yang sudah dimatikan, kemudian hidup lagi," ungkap Kiagus.

Kondisi itu, katanya, tidak membuat PPATK menyerah. Transaksi keuangan yang melibatkan kelompok-kelompok teroris akan terus dipantau dan dilacak keberadaannya. Apalagi, temuan-temuan transaksi mencurigakan itu memang ada setiap hari.

"Kita tidak boleh kalah dengan semangat teroris itu. Ayo kita sama-sama tidak boleh para semangat," katanya.

Sebab menurut dia, modus pencucian uang sekarang ini terus berkembang, dan pihaknya terus mempelajari dan melakukan upaya.

"Teroris itu bahkan sekarang dia juga tidak menerimanya di dalam negeri. Terima di luar negeri nanti baru dia bagikan dari sana atau dibawanya. Banyak lah teknisnya," kata Kiagus.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Baca juga:
Jumlah Tersangka Bom Bunuh Diri Mapolrestabes Medan Bertambah Jadi 30 Orang
Polisi Gerebek Ruko Parfum di Samarinda, 3 Orang Diamankan
Densus 88 Tangkap 6 Terduga Teroris Jaringan JAD di Cirebon
Densus 88 Amankan Pria Terduga Jaringan Bom Medan di Pasuruan
VIDEO: Densus 88 Amankan Sejumlah Terduga Teroris di Solo, Sukoharjo & Boyolali
Jenazah Bomber Mapolrestabes Medan Dimakamkan di Kuburan Nenek
Kepala BNPT Soal Radikalisme di BUMN: Polisi Saja Ada

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.