PPDB Online di Jateng, Orang Tua Siswa Datangi Sekolah Protes Titik Koordinat Salah

PPDB Online di Jateng, Orang Tua Siswa Datangi Sekolah Protes Titik Koordinat Salah
Calon Pendaftar Kesulitan Akses Informasi PPDB di Banten. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 22 Juni 2021 20:46 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah menemukan titik koordinat pendaftaran jalur zonasi antara rumah calon siswa banyak keliru terkait proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) bagi SMA/SMK negeri di 35 kabupaten/kota. Sejumlah orang tua siswa yang berada di daerah mendatangi sekolah untuk mengonfirmasi mengenai kesalahan titik koordinat rumahnya.

"Jadi banyak persoalan mengenai letak titik koordinat rumah masing-masing siswa. Masalah juga terjadi karena beberapa orang tua siswa belum mendapat token untuk akses internet," kata Pelaksana tugas Kepala Disdikbud Jateng, Hari Wuljanto saat dikonfirmasi, Selasa (21/6).

Dia menyebut kesulitan orang tua siswa saat menemukan rumah untuk syarat pendaftaran akibat jaringan internet pada handpone yang eror maupun saat cuaca sedang tidak baik. Maka banyak orang tua siswa yang memprotes mengingat pada pelaksanaan PPDB 2020 titik koordinat hanya dipusatkan di kantor kelurahan terdekat.

"Permasalahannya masih sama. Para orangtua siswa kesulitan menentukan titik koordinatnya," ujarnya.

Meski ada persoalan teknis, hal tersebut dapat diatasi ketika para orang tua siswa mendatangi sekolah yang bersangkutan untuk melakukan verifikasi sekaligus memperbaiki titik koordinatnya.

"Kita coba atasi titik koordinat yang keliru dan bisa teratasi. Karena beda wilayah beda jangkauan internetnya. Mungkin ada yang rumahnya berada di area blank spot, jauh dari pemancar. Sehingga ketika diakses titik koordinat rumahnya yang terdeteksi di tempat lain yang jaraknya jauh," terangnya.

Sementara itu Kabid Pembinaan Sekolah Menengah Atas Disdikbud Jateng, Syamsudin Isnaini, mengatakan total kuota PPDB 2021 yakni sekitar 213.932 siswa.

"Total tahun ini ada sekitar 500.000 lulusan SMP sederajat di Jateng. Sedangkan, untuk daya tampung PPDB online SMA/SMK negeri di Jateng hanya berkisar 213.932 siswa atau sekitar 42 persen dari total lulusan yang ada," kata Syamsudin di Semarang.

Syamsudin menambahkan dari 213.932 kuota itu, sekitar 114.008 kursi untuk calon peserta didik SMA. Sedangkan sisanya, 99.884 siswa untuk SMK negeri. Jumlah SMA negeri di Jateng hingga saat ini mencapai 360 sekolah. Sedangkan SMA negeri mencapai 236 sekolah.

Syamsudin meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan tingginya traffic akses ke layanan PPDB. Dia mengklaim sistem PPDB kali ini mampu melayani hingga 1 juta pengakses setiap harinya.

"Jadi kalau jumlah lulusan SMP/MTS sederajat mencapai 500.000, sistem kami bisa menampung 1 juta pengakses setiap harinya, tidak akan ada masalah. Kami yakin tidak ada kendala dan lancar bagi calon peserta didik untuk mengakses laman PPDB Jateng," kata dia. (mdk/bal)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami