PPKM, BOR RSUD dr Moewardi Solo Turun 50 Persen

PPKM, BOR RSUD dr Moewardi Solo Turun 50 Persen
RSUD dr Moewardi Solo. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 4 Agustus 2021 22:49 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Direktur RSUD dr Moewardi Solo, Cahyono Hadi menyebut tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) ruang isolasi Covid-19 turun 50 persen lebih, pasca Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diperpanjang dengan PPKM Level 4.

"Kalau kemarin ya sekitar 600, sekarang sudah 250-an yang dirawat. Jadi sudah turun sekali, Turunnya sudah lebih dari 50 persen. Tenda-tenda kan sudah mulai kita bongkar,” ujar Cahyono di Solo, Rabu (4/8).

Cahyono menilai penerapan PPKM darurat maupun PPKM Level 4 cukup efektif untuk menekan laju angka penularan Covid-19 di Kota Solo. Meskipun tetap menimbulkan imbas pada sejumlah sektor.

“Kayanya PPKM cukup efektif. Cuman ya banyak eksesnya ya. Tapi saya kira efektif PPKM ini,” katanya.

Cahyono menyampaikan sejak BOR isolasi di rumah sakit milik z Pemprov Jateng itu turun, pihaknya telah membongkar 2 dari 3 tenda darurat yang terpasang di halaman.

Pemasangan tenda darurat, dikatakannya, dimaksudkan untuk pemeriksaan awal atau screening bagi para pasien sebelum masuk ke ruang UGD (Unit Gawat Darurat).

Lebih lanjut Cahyono mengatakan, BOR isolasi pasien Covid RSUD Dr Moewardi terus mengalami penurunan sejak dua pekan terakhir. Hal tersebut seiring penerapan PPKM Darurat oleh pemerintah pusat.

“Parameter kita itu di tenda, kalau ada pasiennya, sekarang kosong semua di UGD. Sudah tak lepas satu persatu. Hari ini kayaknya mau tak lepas lagi. Tinggal satu, harapannya jangan sampai dipasang lagi. Yang penting kita itu prokes to. Kata kunci kita itu prokes sama jaga jarak. Sama vaksin ya,” katanya.

Kendati BOR isolasi turun drastis, namun tidak demikian dengan BOR ruang ICU. Dari daya tampung 68 tempat tidur, saat ini hanya tersisa 5 - 10 tempat tidur. Terkait jumlah warga Solo yang masih dirawat, Cahyono tidak bisa memastikan. Namun menurutnya, jumlahnya juga mengalami penurunan.

Terkait masih banyaknya pasien yang dirawat di ruang ICU, Cahyono berdalih jika RSUD dr Moewardi merupakan rujukan pasien Covid dari berbagai daerah. Tak hanya Solo Raya atau Jawa Tengah bagian timur, namun juga Jawa Timur bagian barat.

"Kalau ICU tetap mas, tetep banyak. Karena kan Moewardi kan sebagai rumah sakit rujukan to. Kita rumah sakit rujukan sehingga semua datangnya ke kita," terangnya.

Dengan menurunnya jumlah pasien Covid-19 tersebut, saat ini sudah ada pasien umum yang masuk. Masyarakat, dikatakannya sudah mulai tahu kondisi RSUD dr Moewardi saat ini.

Cahyono menambahkan, selama masa puncak pandemi, pihaknya menyiapkan sekitar 650 tempat tidur khusus untuk pasien yang terpapar Covid-19. Hingga saat ini pihaknya belum berencana untuk mengalihkan ke pasien umum.

“Kita masih jaga-jaga. Harapan kita itu kan tidak naik, tapi kan tetap jaga-jaga. Tapi mudah-mudahan turun,” pungkas dia. (mdk/ded)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami