PPKM Level 3 Dibatalkan, PHRI Bali Prediksi Okupansi Hotel Meningkat 50 Persen

PPKM Level 3 Dibatalkan, PHRI Bali Prediksi Okupansi Hotel Meningkat 50 Persen
Pariwisata Bali. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
NEWS | 7 Desember 2021 21:30 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Pembatalan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di semua wilayah Indonesia pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) disambut gembira Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali. Mereka memprediksi kebijakan itu akan diikuti meningkatnya tingkat hunian atau okupansi hotel di Pulau Dewata.

"Pertama, saya apresiasi dan terima kasih serta mendukung pemerintah telah mempertimbangkan PPKM Level 3 dibatalkan. Jadi, itu kita sangat mendukung, karena sebelumnya kita sudah mengusulkan seperti ini, karena situasi dan kondisi Bali khususnya dan Indonesia sangat kondusif," kata I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, Wakil Ketua Bidang Budaya Lingkungan dan Humas Badan Pengurus Daerah PHRI Bali, saat dihubungi, Selasa (7/12).

Menurutnya, kasus Covid-19 di Bali sudah melandai, kini hanya satu digit per hari. Hal itu dinilai kondusif untuk menyambut kedatangan wisatawan domestik (wisdom) yang datang ke Bali saat libur Nataru.

"Artinya, walaupun terlambat karena sempat tadinya (wisdom) ada beberapa yang cancel. Saya harapkan dengan adanya pembatalan ini akan ada peningkatan (booking hotel)," imbuhnya.

Suryawijaya juga memprediksi kedatangan wisdom ke Bali akan meningkat. Dari catatannya dalam seminggu ini, wisdom yang datang ke Pulau Dewata sekitar 10 hingga 11 ribu per hari. "Saya prediksi untuk Nataru nanti, bisa mencapai 15 ribu sampai 20 ribu wisdom per hari. Itu yang kita harapkan," sebutnya.

Ia juga memprediksi okupansi hotel Bali akan meningkat 50 persen menyusul pembatalan PPKM level 3. Apalagi, PHRI telah menyiapkan paket-paket untuk libur Nataru agar wisdom tertarik ke Pulau Dewata.

"Karena kita tahu situasi dan kondisi masih daya beli masyarakat masih menurun. Kita yang penting bisa jalan dan buka dulu, itu harapan kita," ujarnya.

Suryawijaya meminta agar kebijakan ini tidak berubah lagi. Ia berharap ada Surat Edaran (SE) Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) agar tidak ada perubahan lagi terkait keputusan ini.

"Jangan sampai berubah. Kan ini baru diumumkan, usul (Imendagri) dengan aturan penetapan itu," ujar Suryawijaya.

Diketahui, pemerintah batal menerapkan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada musim libur Nataru. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan keputusan itu diambil karena Indonesia sudah lebih siap menghadapi musim libur akhir tahun.

"Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM level3 pada periode Nataru pada semua wilayah. Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan," kata Luhut dalam keterangan tertulis di situs Kemenko Marves, Selasa (7/12). (mdk/yan)

Baca juga:
PPKM Level 3 Dibatalkan, Pemprov Bali Tetap Larang Pesta Kembang Api
Wagub DKI: Aturan PPKM Saat Nataru akan Sesuaikan Kebijakan Pemerintah Pusat
Pemprov DKI Terapkan PPKM Level 3 Selama Libur Natal dan Tahun Baru
PPKM Level 3 Akhir Tahun Batal, Pengusaha Mal Janji Tak Gelar Acara Undang Kerumunan
PPKM Level 3 Dibatalkan, Gibran Revisi SE Wali Kota
Mendagri: Tak Boleh Ada Kerumunan Melebihi 50 Orang Saat Natal dan Tahun Baru

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami