Hot Issue

PPKM Serba Tanggung Bikin Kasus Covid-19 Terus Naik

PPKM Serba Tanggung Bikin Kasus Covid-19 Terus Naik
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang 2 Pekan. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
PERISTIWA | 31 Januari 2021 22:57 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Pemerintah mengakui pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tak berjalan efektif menekan angka kasus Covid-19. Padahal, Presiden Joko Widodo berkali-kali menyatakan pemerintah berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Klaim ini disampaikan sejak September 2020 hingga beberapa waktu lalu.

PPKM Jawa-Bali mulai 11-25 Januari. Kemudian diperpanjang dari 25 Januari sampai 8 Februari 2021.

"PPKM tanggal 11 Januari sampai 25 Januari, kita harus ngomong apa adanya, ini tidak efektif. Mobilitas juga masih tinggi, indeks mobility-nya ada. Sehingga, di beberapa provinsi, covid-nya masih naik," kata Jokowi seperti yang ditanyangkan di Youtube Sekretariat Presiden.

PPKM sengaja diterapkan untuk membatasi mobilitas masyarakat sehingga penyebaran virus corona dapat terkendali. Namun, Jokowi melihat penerapan PPKM di lapangan justru tak tegas. Mobilitas masyarakat masih tinggi selaras dengan kasus Covid-19 yang terus menanjak.

Kasus Covid-19 menyentuh angka 1.012.350 orang pada 26 Januari 2021. Rata-rata bertambah 10 ribu kasus tiap hari dalam seminggu terakhir.

Data Kemenkes hari ini, Minggu (31/1), kasus baru Covid-19 bertambah bertambah 12.001. Secara akumulasi, orang yang terkonfirmasi terpapar Covid-19 hari ini sebanyak 1.078.314 orang.

"Sebenarnya esensi dari PPKM ini kan membatasi mobilitas, namanya saja pembatasan kegiatan masyarakat. Tetapi, yang saya lihat di implementasinya, ini kita tidak tegas dan konsisten," jelas dia.

Baca Selanjutnya: Evaluasi Hasil PPKM dan Laju...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami