PPNI Jatim Desak Pemerintah Cairkan Insentif Perawat Tangani Covid-19

PPNI Jatim Desak Pemerintah Cairkan Insentif Perawat Tangani Covid-19
PERISTIWA » MALANG | 11 Juli 2020 05:00 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur Prof Nursalam mendesak pemerintah segera mencairkan insentif bagi perawat yang menangani COVID-19.

"Belum. Sampai sekarang perawat di Jatim belum menerima insentif itu. Tidak tahu kenapa," kata Prof Nursalam dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (10/7).

Ia mengungkapkan ada sebanyak 12 perawat di Jatim yang meninggal karena terpapar COVID-19, dan dari jumlah itu, baru tiga perawat yang menerima santunan dari pemerintah.

"Dari 12 perawat yang meninggal karena COVID-19, baru tiga yang cair. Yang lainnya belum. Perawat yang meninggal mendapatkan santunan sebesar Rp300 juta," tuturnya.

Sementara untuk insentif, sesuai dengan SK Menteri pemerintah menjanjikan perawat yang menangani COVID-19 secara langsung mendapatkan maksimal Rp7,5 juta, sedangkan untuk dokter maksimal mendapatkan insentif Rp10 juta.

"Tapi perawat-perawat yang menangani COVID-19 baik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo atau RS Haji belum menerima insentif tersebut," ucapnya.

Nursalam mengaku kebingungan mengapa sampai sekarang insentif bagi perawat belum juga cair.

"Tadi katanya dari provinsi sudah dikirim ke Jakarta, tapi masih verifikasi. Saya mendengar ada program baru dari provinsi kalau dinas sudah langsung dieksekusi. Tapi sampai sekarang teman-teman belum terima. Saya akan tanya ke teman di DPR Komisi XI," katanya.

Dia kembali mendesak pemerintah untuk lebih serius memperhatikan nasib tenaga medis yang menangani COVID-19.

Sebab, kata dia, di Jatim sudah ada sebanyak 259 perawat yang terpapar COVID-19, dan 12 di antaranya meninggal dunia.

"Surabaya paling banyak yang meninggal dengan tujuh perawat. Sementara daerah lain seperti Tuban, Sidoarjo, Malang, Sampang dan Bojonegoro ada satu perawat yang meninggal dunia," ungkapnya. (mdk/ded)

Baca juga:
KPU akan Gantikan Penyelenggara yang Terkonfirmasi Positif Covid-19
Kadis Kesehatan Garut Tegaskan Honor Petugas Ambulans Covid-19 sudah Dibayar
Kritik Faisal Basri: Ekonomi Sangat Bergantung Pada Penanganan Pandemi
Virus Corona Ancam Indonesia Kehilangan Status Negara Menengah Atas
Faisal Basri Sentil Pengadaan Bansos Sembako Corona Tak Berdayakan UMKM
Pakar: Flu Burung Enggak Ada Apa-apanya Dibanding Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami