Prabowo: Hilangnya KRI Nanggala 402 Memperlihatkan Kerja Pertahanan Sangat Rumit

Prabowo: Hilangnya KRI Nanggala 402 Memperlihatkan Kerja Pertahanan Sangat Rumit
KRI Nanggala 402. ©Handout/INDONESIA MILITARY/AFP
PERISTIWA | 22 April 2021 15:17 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan dengan hilang kontak kapal selam milik TNI Angkatan Laut KRI Nanggala 402 memperlihatkan pertahanan negara adalah pekerjaan yang rumit. Sebab itu memerlukan teknologi yang tinggi dan profesionalitas.

"Jadi memang kejadian ini juga menggarisbawahi bahwa memang pertahanan negara adalah suatu pekerjaan upaya yang sangat rumit," katanya dalam konferensi pers di Bali, Kamis (22/4).

Tidak hanya itu, dia menambahkan, TNI juga harus dalam keadaan siap dalam segala kondisi. Sebab itu, dibutuhkan latihan yang kuat walaupun mengandung bahaya.

"Karena itu sangat dibutuhkan latihan dan latihan pun mengandung masalah bahaya yang sangat tinggi," bebernya.

Sementara itu, Prabowo berharap dengan adanya kejadian memohon kepada masyarakat agar seluruh awak kapal selamat. Serta bisa ditemukan dalam waktu yang cepat.

"Perjuangan anak-anak kita untuk menjaga kedaulatan negara itu sangat penuh dengan tantangan. Setiap hari mereka hadapi bahaya. Karena itulah kita mohon semua masyarakat kita berdoa bahwa anak-anak kita bisa kita temui dalam waktu sesingkat-singkatnya," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Kasal soal KRI Nanggala-402 Hilang: Ada Kemagnetan Tinggi di Kedalaman 100 Meter
Dugaan Kasal soal Tumpahan Minyak KRI Nanggala-402, Tangki Bocor atau Sengaja Dirusak
Prabowo Ungkap Dilema Jokowi antara Kesejahteraan atau Memperkuat Pertahanan
Prabowo: Karena Utamakan Kesejahteraan, Modernisasi Alutsista Lambat
Polri Kirim Robot Bawah Air Bantu Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami