Prabowo Tolak Hasil Pilpres, Jokowi Harap Tempuh Proses Hukum ke MK

PERISTIWA | 21 Mei 2019 13:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Capres Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait sikap lawan politiknya Prabowo yang menolak hasil rekapitulasi Pemilu 2019. Jokowi berharap penolakan itu dilakukan sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Saya kira saya sangat menghargai apabila Pak Prabowo Pak Sandi ke MK, itu memang proses sesuai konstitusi, proses hukum dan Undang-undang yang kita miliki," kata Jokowi saat menggelar konferensi pers di Kampung Deret, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Jokowi meminta semua pihak dewasa dan menghargai proses demokrasi yang telah berjalan. "Oleh karena itu kedaulatan yang telah dilaksanakan marilah kita hargai. Marilah kita hargai. Itu yang namanya dewasa dalam berdemokrasi dalam melaksanakan Pemilu," kata Jokowi.

Sebelumnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memberikan pernyataan resmi menyikapi hasil penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional Pilpres 2019. Ada tiga sikap dan langkah politik yang akan diambil BPN Prabowo.

Pertama, pihaknya menolak hasil rekapitulasi suara yang memenangkan Joko Widodo- Ma'ruf Amin tersebut. Sikap ini sama seperti yang disampaikan Prabowo saat BPN mengungkap kecurangan pemilu 2019 di Hotel Sahid Jaya, (14/5) lalu.

"Kami pihak paslon 02 menolak semua hasil penghitungan suara pilpres yang diumumkan KPU pada 21 Mei 2019 dini hari tadi," kata Prabowo di Kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (21/5).

Prabowo melanjutkan, pihaknya akan menempuh jalur hukum untuk menggugat hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi. Dia menilai telah banyak hak-hak rakyat yang dirampas dalam Pemilu 2019.

"Paslon 02 akan melakukan upaya hukum sesuai konstitusi dalam rangka membela kedaulatan rakyat yang hak-hak konstitusinya dirampas pada Pemilu 2019 ini," tegasnya.

Terakhir, mantan Danjen Kopassus ini berpesan agar pendukungnya menggelar aksi secara damai dan konstitusional. Serta selalu menjaga keamanan dan ketertiban nasional.

"Menyerukan kepada komponen masyarakat, relawan, pendukung dan simpatisan untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum agar menjaga aksi di depan umum selalu dilaksanakan dengan damai berakhlak dan konstitusional," tandas Prabowo.

KPU menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional untuk Pilpres 2019 dalam sidang pleno pada Selasa (21/5) dini hari. Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf berhasil jadi pemenang Pilpres 2019 mengungguli rivalnya, Prabowo-Sandiaga.

Jokowi-Ma'ruf meraih 85.607.362 atau 55,50 persen dari total suara sah nasional. Pasangan nomor urut dua, 68.650.239 atau 44,50 persen dari total suara sah nasional.

Pasangan calon nomor urut 01 unggul di 21 provinsi dan pasangan nomor urut 02 unggul di 13 provinsi. Data resmi itu telah disahkan, tertanggal Senin 20 Mei 2019, sekitar pukul 24.00 WIB.

21 Provinsi dimenangkan oleh Jokowi-Ma'ruf adalah Sulawesi Tengah, Jawa Timur, NTT, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Papua Barat, DKIJakarta, Sumatera Utara, Maluku, Gorontalo, dan Papua.

Kemudian, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Bali, Sulawesi Barat, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Lampung, dan Sulawesi Utara.

Sedangkan 13 provinsi sisanya, dimenangkan oleh Prabowo-Sandiaga. Yaitu Bengkulu, Kalsel, Malut, Jambi, Sumsel, Sulteng, Sumbar, Banten, NTB, Aceh, Jabar, Sulsel, dan Riau.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Polisi Tahan Tersangka Kasus Makar Lieus Sungkharisma
MK Tunggu Gugatan Prabowo Terkait Hasil Pemilu 2019
Polri Sebut Jakarta Siaga 1 Usai Pengumuman Rekapitulasi Pemilu 2019
Penutupan Akses Menuju KPU Jelang Pengumuman Hasil Pemilu 2019
KPU Umumkan Hasil Rekapitulasi Nasional Pemilu 2019
Polisi Temukan Senapan Angin saat Razia Massa Aksi 22 Mei di Tuban
Massa Aksi People Power Diadang Polisi, Beredar Ancaman Jembatan Suramadu Ditutup

(mdk/gil)