Prajurit TNI di Tarakan Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur

Prajurit TNI di Tarakan Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur
ilustrasi pencabulan. ©2013 Merdeka.com
NEWS | 25 Mei 2022 00:15 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Seorang tentara berinisial M yang bertugas di Batalion Infantri 613/Raja Alam di Tarakan, Kalimantan Utara, diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak perempuan di bawah umur berinisial W (13). Pimpinan satuan tempur TNI AD itu membenarkan informasi yang berkembang di masyarakat yang diduga dilakukan anggotanya.

"Untuk terduga pelaku kami serahkan Detasemen Polisi Militer VI/3 Bulungan untuk disidik. Untuk keputusan persidangan kami menunggu penyidikan yang sedang dilaksanakan," kata Wakil Komandan Batalion 613/Raja Alam, Kapten Infantri Mahfudz, di Tarakan, Kalimantan Utara, dilansir Antara, Selasa (24/5).

Terkait keluarga korban, kata dia, mereka sudah berusaha melakukan mediasi untuk mencari jalan keluar yang terbaik.

"Kami dari satuan tidak menutup-nutupi permasalahan yang ada. Permasalahan sudah dilimpahkan ke Detasemen Polisi Militer VI/3 Bulungan dan menunggu hasilnya," katanya.

M ditangkap pada Selasa (23/5) lalu diserahkan ke Detasemen Polisi Militer VI/3Bulungan dan kalangan internal sempat dimintai keterangan. Menurut keterangan kakak W, berinisial F, M berlaku cabul saat W sendirian di rumah.

"Setelah peristiwa tersebut korban banyak diam, sampai sekarang biasanya ceria," kata F.

W setelah peristiwa memilukan itu divisum dan sebelumnya M mengenal F pada Januari 2022. (mdk/eko)

Baca juga:
Modus Dapat Wangsit, Seorang Pria di Garut Cabuli Dua Kakek
LBH Ungkap Kejanggalan Penghentian Kasus Dugaan Ayah Cabuli 3 Anak di Luwu Timur
Kasus Ayah Diduga Cabuli Tiga Anak Dihentikan, Polda Sulsel: Tak Ada Peristiwa Pidana
Baru Beberapa Hari Bebas, Residivis di Musi Rawas Kembali Cabuli Remaja Laki-Laki
Janji Bakal Tanggung Jawab, Pria di Serang Cabuli Adik Teman sejak 2021
Halangi Jalan Naik Indekos, Anak Berkebutuhan Khusus Malah Dicabuli Boby

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini