Prajurit TNI Tewas Ditembak Pemberontak di Papua Berhasil Dievakuasi

PERISTIWA | 5 Desember 2018 13:44 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan, satu anggota TNI korban tewas penembakan kelompok pemberontak di Papua sudah dievakuasi. Korban atas nama Serda Handoko.

"Jenazah prajurit TNI yang gugur atas nama almarhum Serda Handoko dan 1 orang prajurit yang menderita luka tembak telah berhasil dievakuasi ke Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga dengan menggunakan Helly TNI AD sekira pkl 11.55," kata Sianturi dalam pesan tertulisnya, Rabu (5/12).

Nantinya, tim dokter akan melakukan autopsi terlebih dahulu terhadap jasad Serda Handoko.

"Jenazah telah dilakukan autopsi terhadap jenazah oleh dokter dari tim medis AD, ditemukan adanya luka tembak di bagian punggung," ujarnya.

Saat ini, jenazah Handoko telah disemayamkan di Pos Kodim Kenyam, Kabupaten Nduga.

"Rencana sore ini jenazah akan diterbangkan menuju Timika untuk diserahkan kepada satuan Brigif 20," ungkapnya.

Kemudian, jenazah korban akan langsung disemayamkan di Pos Kodim Kenyam. Dan rencananya sore akan dimakamkan.

"Rencana sore ini jenazah akan diterbangkan menuju Timika untuk diserahkan kepada satuan Brigif 20," katanya.

Diketahui, pasca kejadian pembunuhan belasan pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua pihak TNI-Polri melakukan investigasi dan menyisir daerah sekitarnya, sejak Selasa 4 Desember 2018.

Tentara Gabungan sempat berada di Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua. Disana, menemukan Pos telah diserang oleh KKSB Senin 3 Desember 2018 malam, dengan 2 korban dari prajurit TNI.

Baca juga:
Insiden Penembakan, Komnas HAM Pertanyakan Tugas Staf Presiden Khusus Papua
Kapolri Soal Jumlah Korban Pembunuhan Papua: 19 Pekerja dan 1 Anggota TNI
Kapolda Papua Minta Maaf Evakuasi Korban Penembakan Terkendala Cuaca
Komnas HAM Minta Aparat Transparan Tangani Kasus Penembakan Pekerja di Papua
Presiden Jokowi: Pekerja di Papua Benar-Benar Bertaruh Nyawa

(mdk/rhm)