Praktik Politik Uang Terjadi di Ciamis

PERISTIWA | 16 April 2019 08:33 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ciamis saat ini tengah melakukan pendalaman dugaan adanya praktik politik uang di Dusun Ancol, Desa/Kecamatan Sindangkasih. Laporannya sendiri diterima pada Minggu (14/4) malam, dimana dilaporkan adanya pembagian uang kepada warga dan diarahkan untuk memilih pasangan tertentu dalam Pemilu 2019.

"Saat ini proses pembahasan dilakukan di sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) Pemilu 2019," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Ciamis, Uce Kurniawan.

Ia menyebut, Bawaslu Kabupaten Ciamis sudah menurunkan komisioner dan pengawas dan akan segera melakukan pembahasan temuan tersebut. Pelapor yang menginformasikan adanya praktik politik uang tersebut, menurutnya juga akan dijadikan saksi karena mengetahui dengan jelas perkara yang terjadi.

"Jika terbukti melakukan praktik politik uang tentu akan dikenakan hukum pidana pemilu," ujarnya.

Selain ancaman pidana Pemilu, calon yang bersangkutan bukan tidak mungkin dikenakan sanksi pencoretan. Oleh karenanya akan dilakukan klarifikasi kepada yang melakukan pembagian apakah mereka termasuk kedalam tim kampanye atau bukan.

Uce menjelaskan, berdasarkan laporan sendiri, ada tiga orang yang diduga melakukan pembagian amplop berisi uang Rp 25 ribu kepada warga. Selain amplop berisi uang, Bawaslu juga menemukan kartu nama calon anggota legislatif yang juga bergambar salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, namun ia tidak mengungkapkan nama calon yang dimaksudkan.

"Partai dan caleg masih dirahasiakan," jelasnya.

Salah seorang warga, Rahmanto (35) mengaku menyaksikan kejadian praktik politik uang tersebut pada Minggu (14/4). Ia mengaku memergoki langsung aksi tersebut saat mendatangi satu persatu rumah di malam hari.

Ia menyebut bahwa awalnya ia menerima kabar tengah terjadi politik uang di Dusun Ancol agar memilih dua caleg asal Partai Gerindra dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Ada dua orang beri kertu nama yang ada nama calegnya dan Prabowo-sandi-nya," ungkapnya.

Saat dipergokis endiri, ia juga melihat kedua orang tersebut tengah meminta warga mensimulasikan pencoblosan dan terlihat mengambil tas berisi uang dan amplop dengan jumlah yang banyak. Ia pun mengaku mengambil dan langsung memberikannya kepada Kapolsek.

(mdk/fik)