Pramono Anung Sebut Persoalan HAM Bukan Hal Utama

PERISTIWA | 17 Agustus 2019 22:23 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya menyinggung masalah hak asasi manusia (HAM). Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, persoalan HAM tidak banyak disinggung lantaran waktu yang terbatas. Hanya beberapa hal jadi prioritas yang dibacakan Jokowi.

"Jadi memang penekanan pada pidato presiden kali ini adalah di sana, bukannya persoalan mengenai HAM. Karena praktis persoalan HAM, yang memang semua negara memiliki persoalan HAM tapi tidak menjadi hal yang terutama pada saat ini," kata Pramono usai melakukan upacara kemerdekaan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (17/8).

Dia beralasaan saat ini pemerintah mengedepankan untuk maju. Dan sumber manusia sebagai acuan ke depan.

"Maka persoalan human capital menjadi utama. Jadi pidato itu mengenai human capital," lanjut Pramono.

Sebelumnya diketahui dalam di sidang bersama MPR-DPR, Jokowi sempat menyinggung masalah penegakan HAM, namun hal tersebut sedikit disampaikan.

Jokowi mengatakan, ukuran kinerja para penegak hukum dan HAM juga harus diubah termasuk kinerja pemberantasan korupsi. Penegakan hukum yang keras harus didukung. Penegakan HAM yang tegas harus diapresiasi.

"Tetapi keberhasilan para penegak hukum bukan hanya diukur dari berapa kasus yang diangkat dan bukan hanya berapa orang dipenjarakan. Harus juga diukur dari berapa potensi pelanggaran hukum dan pelanggaran HAM bisa dicegah, berapa potensi kerugian negara yang bisa diselamatkan," kata Jokowi.

Baca juga:
Sekretariat Presiden Tolak Mobil Listrik Jadi Kendaraan Dinas Pejabat
Jokowi Akan Panggil Tiga Siswa Penemu Obat Kanker ke Istana
Pemerintah Targetkan RUU KUHP Selesai September 2019
Istana Setuju Rencana Kendaraan Dinas Pakai Mobil Listrik
Politisi Gerindra Andre Rosiade Datangi Istana: Tidak Ada Urusan Politik
Paskibraka Nasional Gelar Gladi Kotor di Istana

(mdk/cob)