Praperadilan Ditolak, Tersangka Pencabulan Santri di Jombang Diminta Serahkan Diri

Praperadilan Ditolak, Tersangka Pencabulan Santri di Jombang Diminta Serahkan Diri
Ilustrasi hukum. ©2013 Merdeka.com
NEWS | 28 Januari 2022 04:30 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Kepolisian Daerah Polda Jawa Timur mengimbau agar MSAT, putra kiai di Jombang, segera menyerahkan diri. Imbauan disampaikan setelah hakim menolak upaya praperadilan kedua yang diajukan tersangka pencabulan terhadap santriwati itu.

"Bahwa gugatan pemohon ditolak, kami berharap agar tersangka untuk menyerahkan diri dan kooperatif," ujar Kasubdit Reknata Polda Jatim AKBP Hendra Eko Yulianto di Pengadilan Negeri (PN) Jombang, Kamis (27/1).

Hendra menyatakan, MSAT kini berstatus buronan. Jika dia tidak juga menyerahkan diri, maka akan dilakukan upaya hukum. "Untuk lebih jelasnya silakan tanya kepada kuasa hukum tersangka kapan diserahkan," imbuhnya.

Sebelumnya, hakim Pengadilan Negeri (PN) Jombang menolak gugatan praperadilan yang diajukan MSAT. Putusan yang tertuang dalam Surat 1/pra/2022/PNJBG, setebal 77 Halaman dibacakan langsung oleh Hakim tunggal Dodik Setyo Wijayanto di hadapan kuasa hukum termohon dan pemohon.

MSAT sebelumnya juga pernah melakukan upaya praperadilan di PN Surabaya. Namun, upaya praperadilan tersebut juga ditolak hakim dengan alasan kurang pihak.

Selain berstatus tersangka, MSAT juga masuk dalam DPO. Dia belum sekali pun memenuhi panggilan polisi. (mdk/yan)

Baca juga:
Upaya Praperadilan Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan di Jombang Ditolak Lagi
Dicekoki Miras, Penyandang Tunagrahita di Bogor Diperkosa Tiga Pengamen
Kasus Pencabulan di Garut, Orang Tua Korban Kecewa Kades Divonis Rendah
Pria yang Dikeroyok Warga di Tangsel Jadi Tersangka Kasus Persetubuhan
Kakek 10 Cucu Tega Cabuli Bocah di Pabrik Teh
Tukang Bangunan di Aceh Singkil Rekam Aksi Cabulnya pada Bocah

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami