Praperadilan Imam Nahrawi Ditolak, KPK Bilang 'Penetapan Tersangka Sudah Sah'

PERISTIWA | 12 November 2019 12:37 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Anggota Biro Hukum KPK, Evi Laila Kholis mengaku, menghormati keputusan yang diputuskan oleh Hakim Tunggal Elfian. Putusan itu terkait penolakan gugatan praperadilan yang diajukan oleh mantan Menpora Imam Nahrawi terhadap KPK.

"Ya kita hormati keputusan hakim praperadilan bahwa penetapan tersangka yang dilakukan KPK itu adalah sah. Karena didasarkan atas dua alat bukti permulaan yang cukup sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP dan dalam ketentuan putusan MK yang menyebut penetapan tersangka didasarkan atas dua alat bukti yang cukup," kata Evi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/11).

Selain itu, terkait surat perintah penahanan terhadap Imam yang dikeluarkan oleh KPK juga dinyatakan sah oleh Hakim Tunggal Elfian dalam persidangan.

"Karena surat yang diterbitkan oleh pimpinan KPK masih dalam kewenangan pimpinan KPK. Karena UU 19 tahun 2019 berlaku sejak 17 Oktober 2019," ujarnya.

Lalu, terkait dengan adanya kekosongan pimpinan dalam lembaga antirasuah itu. Evi menegaskan, tak ada Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pergantian atau pemberhentian pimpinan KPK.

"Karena pimpinan KPK dari awal diangkat oleh Keppres sehingga untuk pemberhentiannya pun harus melalui Keppres. Dan seperti kita ketahui, tidak ada Keppres yang memberhentikan pimpinan KPK," tegasnya.

Sebelumnya, Hakim tunggal Elfian menolak gugatan praperadilan yang diajukan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sidang ini digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam putusannya itu, Hakim tunggal Elfian menyebut, penetapan tersangka terhadap Imam Nahrawi yang dilakukan oleh KPK telah dilakukan secara sah.

"Mengadili, menyatakan eksepsi pemohon tidak dapat diterima. Menolak praperadilan pemohon untuk seluruhnya," ujar Elfian dalam persidangan Imam Nahrawi, Jakarta Selatan, Selasa (12/11).

Baca juga:
Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Imam Nahrawi
Gugatan Praperadilan Eks Menpora Imam Nahrawi Diputus Hari Ini
Sidang Praperadilan, KPK Bawa 42 Bukti Keterlibatan Imam Nahrawi di Kasus Dana KONI
Bantah Saksi Imam Nahrawi, Saksi Ahli KPK Sebut Sprindik Sebelum UU Baru Tetap Sah
Saksi Ahli Sebut Penyidikan Kasus Imam Nahrawi Harus Diulang Gunakan UU yang Baru
KPK Beberkan Aliran Dana Penerima Suap Imam Nahrawi, Ada Lewat Taufik Hidayat

(mdk/rhm)