Prasasti Talang Tuwo, Semangat Sriwijaya Jaga Keseimbangan Alam

Prasasti Talang Tuwo, Semangat Sriwijaya Jaga Keseimbangan Alam
Jejak Kerajaan Sriwijaya di Palembang. ©2019 Merdeka.com/Irwanto
PERISTIWA | 10 Oktober 2019 04:04 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Salah satu prasasti yang menguatkan keberadaan Kerajaan Sriwijaya adalah prasasti Talang Tuwo. Prasasti ini memiliki filosofis besar dalam menjaga keseimbangan alam.

Prasasti Talang Tuwo berangka tahun 686 Masehi tentang Taman Sriksetra yang ditemukan di Talang Kelapa, Palembang pada 1920. Prasasti yang ditulis dalam aksara Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno terdiri dari 14 baris itu dipahat pada sebuah batu berbentuk persegi jajaran genjang. Isinya tentang pembangunan Taman Sriksetra oleh Dapunta Hyang pada 23 Maret 684 dengan tujuan untuk kesejahteraan semua makhluk.

Mantan Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim, Najib Asmani mengatakan, Talang Tuwo mengandung makna besar terhadap lingkungan. Pada masanya lebih dari 13 abad silam, Dapunta Hyang telah terpikirkan membuat skema program pembangunan dengan mengedepankan keseimbangan alam.

"Sriwijaya saja sudah memikirkan lingkungan, di situlah makna dan filosofi Talang Tuwo, ini pesan bagi manusia yang hidup setelahnya," ungkap Najib.

Menurut dia, pesan Talang Tuwo juga berlaku bagi masyarakat dunia, bukan hanya Sumatera Selatan, sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan itu telah sedini mungkin mencanangkan beragam jenis tanaman, baik pepohonan maupun buahan, bahkan penataan saluran air sebagai sarana tak terpisahkan.

"Di situ tertulis ada kelapa, aren, pinang, bambu, ada banyak buah, ada juga pengairan. Sangat masuk akal pesan kepada kita menjaga keseimbangan alam dan lingkungan," kata dia.

Baca Selanjutnya: Makna Filosofi Prasasti Talang Tuwo...

Halaman

(mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami