Presiden Jokowi Didesak Kunjungi Pekanbaru Rasakan Sesaknya Kabut Asap

PERISTIWA | 14 September 2019 17:25 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo diminta untuk mengunjungi Riau. Hal itu diminta agar Jokowi bisa melihat langsung kondisi di sana dan juga bisa merasakan langsung apa yang dirasakan masyarakat Riau pasca kebakaran hutan dan lahan.

"Kami orang Riau meminta dengan sangat presiden untuk turun ke Riau. Tidak cukup hanya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Siti Nurbaya Bakar)," kata Anggota DPD-RI Edwin Pratama Putra di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (14/9).

Edwin mengungkapkan, kondisi di Riau saat ini sudah mengkhawatirkan pasca Karhutla. Terlebih, kabut asap saat ini sudah mulai menutupi tanah kelahirannya.

"Akibat kabut asap itu, sudah 280.000 orang terkena infeksi saluran pernapasan akut (ispa), bahkan sekarang sudah sampai jutaan," ungkapnya.

Sebelumnya, Sebanyak delapan kabupaten di Riau mengalami kebakaran hutan dan lahan. Akibatnya, kabut asap pekat di sejumlah wilayah dan jarak pandang menjadi terbatas, di bawah 1 kilometer. Paling parah terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu.

"Ada 8 daerah yang terjadi kebakaran lahan yaitu, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Siak, Kampar, Bengkalis, Pekanbaru, Rokan Hilir dan Rokan Hulu," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Edwar Sanger kepada merdeka.com, Kamis (12/9).

Dia menjelaskan, kebakaran lahan yang masih terjadi di Indragiri Hulu tepatnya di kaki bukit Taman Nasional Bukit Tigapuluh Desa Pauh Peranap, Kabupaten Inhu seluas 5 hektare.

"Kemudian lokasi yang baru terjadi kebakaran lahan di Inhu yakni di Desa Pasir Kelampaian Kecamatan 5 ha, dan paling parah di Desa Lambang Sari IV seluas 63 hektare," kata Edwar.

(mdk/rhm)